Pencinta Yang Dimuliakan Allah. :)

TINTA PENULIS.

Dengan Nama Allah,

Aku hanyalah insan hina berlumur dosa yang seringkali tergelincir dari landasan iman. Aku perlukan teguran, nasihat & doa yang berpanjangan dari kalian.

Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.

Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.

Thursday, October 15, 2009

SEINDAH KASIH AISYAH


Ketika Rasulullah saw pergi..

Tengahari itu..
Gugur butiran air mata di wajahmu
Hibanya hati melepaskan Rasul pergi
Bukan tidak redha
Tapi itulah hati seorang isteri
Pasti ada rasa cinta!

Pada akrab
Sekian lama yg terpisah
Bagai isi dan kuku..
Tapi hakikatnya,
Kita semua hamba
Yang terpaksa akur
Dengan takdirNya

Jalan mujahadah
Menggamit kelangsungan budi
Setia seorang isteri
Tanpa teman menabur jasa
Makam itu cuma semadi jasad..
Tapi batinnya terus menyala
Pada sebuah amanat di sisi isterinya

Wahai serikandi Rasul yg masih hiba
Duhai serikandi budi yg masih lara
Sepuhlah air mata di usia muda
Melangkahlah semula dgn kukuh
Kerana jalan ini masih jauh
Yang wafat cuma jasad
Bukan niat dan semangat!

Citra ini mengimbau sejarah 'si merah'
-Umamahatul Mukminin Siti Aisyah
di usia remaja menjadi isteri Rasulullah
Teman Rasul ketika berjuang membela umat
Teman Rasul ketika di amuk sakarat
Di ribaannya baginda wafat
Sepeninggalan Rasul..

Dialah gedung ilmu yg mendidik tanpa jemu
Dialah gunung budi yg berbakti tanpa henti
Dia hanya kehilangan suami
Tetapi bukan kehilangan misi!

Sesekali ketika rawan diusik kenangan..
Berteduh di sejuk wudhu' menawar gundah
Istirahat hati pada suatu hakikat..
Cintaku hanya sedebu cintaNya..
Relakanlah 'dia' pergi..

Menemui cintaNya di daerah tinggi!





p/s: Puisi ini dibaca dalam ANIS keluaran oktober 2009. My favourite magazine.. :)

2 comments:

  1. MasyaAllah...puisi ni sgt menyentuh jiwa..

    Jazakillah khair for sharing =)

    ReplyDelete
  2. nice poetry. tersentuh ana membacanya.... teruskan usaha enti ea

    ReplyDelete

"Dan berpesan-pesanlah kamu dengan kebenaran dan kesabaran.."