Pencinta Yang Dimuliakan Allah. :)

TINTA PENULIS.

Dengan Nama Allah,

Aku hanyalah insan hina berlumur dosa yang seringkali tergelincir dari landasan iman. Aku perlukan teguran, nasihat & doa yang berpanjangan dari kalian.

Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.

Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.

Sunday, January 8, 2012

Hukum Chat, SMS & Call Dengan Bukan Mahram



Bismillahirrohmanirrohim..

Saya ditanya beberapa orang adik berkaitan dengan situasi apabila berhubungan dengan lelaki bukan mahram secara maya iaitu melalui chat, SMS & panggilan telefon. Maka, di sini saya sertakan penjelasan mendalam oleh Ustazah Shahidah berkaitan ikhtilat lelaki & wanita secara maya.


SOALAN:

Assalamualaikum Ustazah,

Saya ingin bertanya tentang hukum saya berkomunikasi dengan bukan mahram saya melalui internet samada chatting atau perbualan2 melalui facebook, email dsb. Saya seorang wanita muslimah yang masih menuntut di IPT. Bentuk perbualan saya selalunya bukan perkara penting, Cuma sembang-sembang, menyampuk-nyampuk maklumat yang ada dalam facebook mereka.

Begitu juga kawan-kawan lelaki saya akan membalas perbualan tersebut. Begitulah hari demi hari kami saling berhubungan tanpa sekatan di alam cyber sedangkan di alam nyata kami menjaga batas-batas hubungan lelaki dan wanita bukan mahram ini.

Harap ustazah dapat melayani pertanyaan saya ini. Terima kasih.

Gadis Muslimah.


*********************


JAWAPAN:

Jawapan oleh: Ustazah Shahidah Sheikh Ahmad



Terima kasih atas pertanyaan itu.


Gadis Muslimah dan semua wanita muslimah yang membaca soaljawab ini,


Sebagaimana yang kita  maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet atau yang lebih dikenal dengan chatting baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui  jaringan internet. Karena itu dalam kitab2 ulama terdahulu khususnya buku fiqh, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.


Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telefon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan. Yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini  juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu,ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri.


Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram.


Kedua, adalah hukum khalwat.


Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara'. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.


Dalam sejarah kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Saidatina Aisyah RA.


Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya:
“Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32)


Imam Qurtubi menafsirkan kata  ‘Takhdha’na’  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.


Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.


Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah. Yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.


Jika ada unsur2 demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja.


Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.


Kerana ada sabda Nabi SAW bermaksud:
“Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya” (Hadis Sahih)


Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual2 melalui  telefon di luar keperluan syar'i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisikal mereka tidak berada dalam satu tempat. Namun melalui telefon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh sesiapa


Dan  haram juga ialah perkara2 syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakkan muda mudi atau remaja2 sekarang dimana sms atau email atau Facebook atau Friendster atau seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu diantara pasangan dan masing2 melunaskan keinginan dan keseronokkan semata2. Membincangkan perkara2 lucah lebih2 lagi hukumnya adalah haram.


Kesimpulan:

Hukum chatting sama dengan menelefon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Ertinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwah. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah. Karena berdakwah kpd jenis lawan bukanlah suruhan agama kerana Allah telah menetapkan untuk berdakwah kpd lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.


Namun bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kpd Allah dalam  mengukur sejauhmana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauhmana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat( yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu  yg akan menjadi pengawal kita. Jika tidak maka kita akan hanyut bersama orang2 yg terpedaya dengan teknologi moden ini. Na’uzubillah.


Agak menyedihkan juga dengan kenyataan saudari, bahawa dalam suasana nyata saudari amat menjaga batas pergaulan dgn lelaki bukan mahram ,namun di alam cyber saudari bebas berbual mesra tanpa batasan syara’. Saya percaya ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini.


Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.


Semoga jawapan ini dapat memandu para muslim dan muslimah remaja atau dewasa dalam melayari kehidupan yang penuh ujian keimanan ini.


Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yg  terdiri dari para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama yaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya.Semoga dgn itu Allah akan menurunkan rahmahNya kpd kita semua.


Dan semoga Allah menjauhkan kita dari segala fitnah dunia yang sangat manis pada pandangan mata.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga mendapat manfaat.


Wallahu a'lam.

Ust.Shahidah Sheikh Ahmad


*SUMBER: IKRAM

27 comments:

  1. salam alayk~ya ukhti,,,syukran 4 sharing ya,, :) may ALLAH bless

    ReplyDelete
    Replies
    1. wasalam alaik.. Allahumma amiin.. syukran :)

      Delete
  2. Assalamualaikum....

    Terima kasih kerana sudi berkongsi... ianya satu peringatan yang baik kerana antara sengaja atau tidak...sedar atau tidak kadang2 kita terjebak.... Semoga kita semua dilindungi Allah dari segala keburukan dunia... insyaAllah

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumussalam..

      sama2 kasih.. kita sama2 ingatkan diri. Moga Allah melindungi keimanan & maruah kita supaya tetap berpegang teguh pd tali agamaNya insyaAllah.

      Delete
  3. http://sukapadahijau.blogspot.com/

    tag :))

    ReplyDelete
  4. assalamualaikum......
    terima kasih saya ucapkan... saya amat tertark dgn info di dalam blog ni....
    saya akan berkongsi sedikit info dari sini kepada rakan-rakan saya..
    infonya sgt berguna dan membuat saya sedar akan kesilapan yg pernah saya lakukan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumussalam..
      Alhamdulillah..
      sgt digalakkan utk share. mudah2an akan lebih ramai yg mdpt pencerahan.. insyaAllah. terima kasih.. :)
      jazakillah khairan :)

      Delete
  5. assalamualaikum.

    saya bukan lah seorang yang alim tapi saya sedang mencari2 " jalan kembali".sebelum ini saya mempunyai ramai kawan lelaki berbanding wanita.
    dan kadang2 ia juga berlarutan pada sms,chatting dsb,..
    kadang2 saya tertanya mengapa hati saya sukar untuk menangis pabila sy melakukan solat tahajud..walau saya melakukan semua tuntutan tapi sya tidak meninggalkan dosa2 saya yang terang dan nyata ini..saya tidak membataskan pergaulan saya antra bukan muhrim.
    terima kasih di atas info saudari..may Allah blessing u.amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..

      Tak apa... yang lepas biarkanlah berlalu. Masih belum terlambat untuk berubah & menjaga batasan antara bukan mahram.

      Bukanlah maknanya tidak boleh langsung berinteraksi & berurusan dengan muslimin, namun hanyalah atas dasar keperluan yang mendesak seperti perniagaan, perubatan & hal menuntut ilmu. Itu pun masih amat perlu menjaga batasan..

      Semoga Allah memberikan kekuatan kpd ukhti insyaAllah amiin..

      Delete
  6. Salam.. ukhty, ana sebelum ni pernah hantar mesej kepada seorang pelajar perempuan melalui laman facebook. Dalam mesej ana itu, ana menyuruh dia agar menjaga diri dan jangan sms dengan mana2 lelaki, kemudian dia membalas dengan jawapan negatif @ tak suka akan ana @ mengatakan bahawa Allah maha melihat apa yang ana buat. Setelah ana cuba berlapang dada untuk melupakan dia. sejurus daripada itu rupa2Nya dia juga sudah lama menympan perasaan t'hadap ana. Ana sebelum ini sudah bertekad untuk berhenti terus daripada menghantar mesej2 begitu kpd dia. tapi dia pula yang sekarang ini menyimpan perasaan kpd ana, ana dapat tahu ini pun daripada naqibah dia yang juga merupakan guru kami. jadi, apakah yang harus dilakukan bagi mengelakkan b'lakunya p'kara2 negatif selepas ini?? T_T harap ukhty boleh b'kongsi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wassalam 'alaika.

      Pertamanya, Alhamdulillah, tahniah atas keberanian anta menasihati akhowat seagama atas khilafnya dengan cara yg baik iaitu bukan dengan menegurnya direct publicly utk menjaga maruahnya.

      Keduanya, ada 1 persoalan utk anta menjawabnya bg pihak diri sendiri, anta menaruh perasaan jugakah kpd akhowat itu?

      Tentunya, Allah seringkali menguji apa juga yang kita perkatakan, maka, mari kembali tadabbur surah as-soff (surah ke-61) ayat 2-3: "Wahai org2 yg beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yg tidak kamu kerjakan? Itu sgtlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa yg kamu tidak kerjakan."

      Allah mengetahui niat anta pd awal saat menegur akhowat itu bg menjaga ikhtilatnya atas dasar apa. Jika saat itu anta niatkan krn Allah, mahu Allah memelihara akhowat tersebut drp menjadi fitnah & terfitnah, maka, mudah-mudahan kala ini Allah juga memelihara anta drp fitnah akhowat tersebut, Allahumma amiin..

      Tiadalah saya menulis ini utk menunjukpandai, bahkan ia adalah ingatan utk diri sy sendiri.. sungguhnya, ingatlah saudaraku, wanita itu adalah fitnah terbesar buat para lelaki spt yg Nabi pesan di dlm hadis.

      Perkuatkan benteng imanmu. Takutlah kpd Allah..

      Jika anta juga sbnrnya menaruh perasaan terhadap akhowat itu sjk mula & masih suka kpdnya, langsungkanlah perasaan itu melalui org tgh yg tsiqoh utk ke fasa baitulmuslim.

      Ingatlah pesan Nabi, bhw tiadalah cara yg lebih baik utk menyatukan dua insan yg saling mencintai melainkan dgn pernikahan.

      Jika anta tiada perasaan terhadapnya...
      Mohon.. Mohon berterus trg kpd naqibah akhowat itu bhw anta tiada perasaan trhdpnya & tiada rncgn masa hdpn lgsg utknya. Demikian lebih baik utk menjaga hati antum berdua, insyaAllah.

      InsyaAllah, Ini hanyalah pandangan hamba yg fakir, moga membantu sedikit sbyk. Selebihnya lebih afdol, mintalah petunjuk drp Allah yg lebih mengetahui.

      Moga diberi kekuatan iman. Amiin.
      Wallahu a'lam.

      Delete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah, InsyaAllah ana akan cuba..
    jzkk ya ukhty, t.kasih

    ReplyDelete
  9. Alhamdulilah.. terima kasih atas perkongsian ini . Moga Allah membalas jasa baikmu di akhirat kelak . Terima kasih..

    ReplyDelete
  10. Terima kasih ustadzah atas penjelasannya..
    Moga ana bisa jalanin nya amien..

    ReplyDelete
  11. Assalamualaikum ustazah...terima kasih ats perkongsian ini...tp sy mmpunyai masalah yg bert sgt...sy ta pernah bercinta..tp baru2 ni melalui we chat..sy brcinta dgn bdk 5 thun muda dr sy..pd mulanya niat sy brkwn sbb kesian dgn kehidupan lelaki tu sbgai anak yatim piatu...tp lame kelamaan...perasaan cinta n syg makin membuak2. Sy rase brsalah pd diri sndri..lagi2 tiap.kali brmsj cinta..sy terngsang dgn sndiri...tp kami ta pernah brmsj luch..cuma sy yg mgkin ad masalah dgn diri sndri...mudah trngsng...dia tidk pernah tau situasi sy...jadi..sy merasa sy tlah melakukan dosa yg amat besar...and dlm masa yg sama...rasa bersalah nak tinggalkan si dia yg merupakan ank yatim piatu...n bnyak ta tau mengenai agama...menurut si dia..sejak mengenal sy...sy bnyak menyedarkan dia...tp bila bace ttg artikel ustazah...sy faham...matlamat tidk mghalalkan cara...tp sy betul2 buntu sbb tidak tahu cara nak meninggalkan dia cara yg baek...sy na tggalkan dia kerana ALLAH...sy tak nak lg terjebak lembah zina hati...tp sy betul2 buntu...tlgla sy ustzah..sy merayu ustazah respon n bg nasihat pd diri sy... :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.. Allahurobbi, pertamanya, maafkan sy, sy baru baca komen adik.

      Adik.. Allah tidak akan menguji manusia melebihi apa yg kita mampu tanggung. insyaAllah, yakinlah pd Allah, adik akan melepasi ujian ini dgn selamat & dgn keimanan.

      sebetulnya bknlah adik seorg prnh mengalami ujian spt ini, sy pernah dgr bahkan yg lebih brt lg. perbanyakkanlah istighfar & solat sunat taubat. bersungguh-sungguhlah minta ampun kpd Allah.

      bila terdetik shj rs berdosa dlm hati tatkala kita berbuat dosa, Alhamdulillah, itu petanda masih ada iman di dalam hati kita.

      semua manusia melakukan dosa, tak ada siapa terlepas drp melakukan maksiat & dosa kpd Allah, tetapi Allah sgt2 baik kpd kita, Allah ttp melayani kita dgn baik. cubalah bygkan jika kita bermaksiat, Allah cabut nikmat penglihatan kita, nikmat tangan, kaki kita.. tetapi Allah sgt pengasih, Allah ttp bg kita peluang utk bertaubat.

      ya betul dik... perhubungan lelaki & wanita atau kita panggil ikhtilat di dalam islam asalnya hukumnya adalah haram. HARAM. tetapi Allah maha pengasih, lalu dilonggarkan mnjadi harus bg memudahkan urusan kita seharian sepertii urusan jualbeli, urusan hospital, urusan menuntut ilmu dan lain-lain.

      namun begitu, masih perlu dibatasi dengan beberapa perkara iaitu menjaga pandangan & tutur kata serta aurat dan sebagainya untuk mengelakkan syahwat.

      maka, di dalam situasi adik, hukum tersebut bukan lg harus, bahkan telah menjadi haram kerana menjebakkan adik ke dalam maksiat & dosa. maaf jika adik terasa hati, tetapi perbuatan adik sudah dikatakan sbg menghampiri zina. zina bukan shj perlu melakukan persetubuhan, tetapi adik.. tgn, kaki, hati, mata juga boleh berzina jika tidak dipelihara sebaiknya.

      sebelum memikirkan org lain, kasihanilah, sayangilah diri adik sendiri. takutlah kepada Allah.tanya diri adik.. jika adik mati, & Allah tanya soalan itu, mampukah adik menjawab sbb adik kasihankan lelaki itu, maka adik membiarkan diri adik terjebak dosa?

      Adikku syg..
      yang menjadikan dia baik, bukanlah sbb adik berhubungan dgn dia. bukan adik yang menjadi sebab dia berubah. yangmemberikan hidayah & membuka hati itu hanyalah Allah. kita tak mampu memberikan hidayah kpd org.. ingt tu dik.

      banyak lg jln utk kita mendekati Allah, berubah menjadi baik, tetapi bukan dgn cara kita bermaksiat kpd Allah & melakukan apa yg Allah murka.

      Adik mungkin boleh sarankan kpd adik itu utk pergi menunaikan solat berjemaah 5waktu di masjid @ surau. insyaAllah dia akan jumpa pemuda yg soleh itu jd shbtnya. jadilah pemuda masjid, insyaAllah, Allah akan pelihara.

      Beritahulah kpd dia,yg adik bknlah org yg sepatutnya membimbing dia. cara itu bkn yg diajarkan nabi kpd kita. lelaki biarlah yg berdakwah pdnya juga lelaki. yg perempuan biarlah yg berdakwah pdnya jg perempuan. demikianlah yg dianjurkan islam, yakni lebih memelihara maruah & kehormatan, insyaAllah.

      Mari kita sama-sama bertaubat ya dik.
      Allah tahu apa di dalam hati kita.
      jika kita bersungguh mahu bertaubat & meninggalkan maksiat krnNya, insyaAllah, yakinlah Allah akan tunjukkan jalan.

      sy menulis utk menasihati diri sy sndiri & utk adik yg sy cintai krn Allah. Moga Allah sntiasa pelihara adik.

      Wallahu 'alam.
      Astaghfirullah.

      Delete
  12. Assalamualaikum. Saya sebenarnya cuba untuk berubah, saya pernah bersms dgn bukan mahram, perkara2 yg tidak berfaedah. Saya tahu perkara itu sepatutnya saya tinggalkan, jadi saya ambil keputusan untuk smpaikan niat saya untuk berubah ini kepada dia, dia pun rupanya pada masa yg sama mempunyai pendapat yg sama dgn saya. Perlukah saya membuat perubahan drastik dgn terus berhenti menghantar sms kpd dia ataupun sebaliknya?

    ReplyDelete
  13. Assalamualaikum, Saya pernah bersms dgn bukan mahram tapi saya sedar perbuatan itu salah, jadi saya ambil keputusan utk berhenti, sikaya smpaikan niat ini kepada dia dan dia pun rupanya mmiliki pndpt yg sama. tapi, sya rasa susah sgt. jadi perlukah saya membuat perubahan yg drastik dgn terus berhenti mnghntar sms kepadanya atau menghentikannnya dgn mengurangkannya sedikit dmi sedikit?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam..

      Adik, mujahadah memang susah,, sebab syurga itu hanya utk orang2 yg hebat. Bila kita rasa perti sangat nak melawan hawa nafsu, mintalah pertolongan drp Allah. org2 yg lemah iman mcm kita ni mmg sgt2 perlukan petunjuk & kekuatan drp Allah.. kalau bkn Allah yg bantu kita, kita xkn mampu lakukan apapun.

      Ingatkanlah diri kita, apa sgtlah ujian yg kita kena hadapi. sekadar melawan nafsu bg ujian yg kecil. Allah tak bg pn kita berdepan dgn ujian sehebat saudara2 kita di syria, palestin yang berdepan dengan bom, tembakan, kematian org tersayang setiap hari. ujian besar utk org hebat.. kita ni masih lemah sgt berbanding dgn saudara2 kita yg sgt hebat, sbb itu mereka terpilih syahid.

      Takutlah kepada Allah.. istighfar selalu..

      insyaAllah, akk ada tulis berkaitan dgn hal ini lebih lanjut dlm entri ini:
      http://syauqahwardah1209.blogspot.com/2012/01/hijrah-cintaku-hanya-untuk-dia.html

      semoga Allah beri kekuatan kpd kita semua utk pelihara diri drp melakukan maksiat. insyaAllah,

      Delete
  14. assalammualaikum.. ustazah sy nak tanya.. apa hukum memanggil pasangan kita dengan panggilan syg,biy,anje... adakah jatuh hukum haram.... maaf sy masih kurang pasti akan semua sumber yg sy baca sebab itulah sy bertanya disini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikumussalam.. maaf sy terlepas pandang soalan ini.

      Adik, kita boleh tanya diri sendiri... apa tujuan kita panggil org yg lain jantina dgn kita dgn panggilan yg manja.

      Hukumnya tertakluk pd siapa yg dia yg kita pnggil itu. jika yg kita panggil tu adalah suami kita, isteri kita.. tentulah hukumnya harus. ianya sunnah nabi SAW, memanggil pasangan dgn panggilan yg dia sukai. ianya menambahkan kasih syg antara suami isteri.

      Namun, jika kita guna panggilan istimewa trsebut pd couple kita, kekasih kita, atau ringkasnya org yg belum kita nikahi.. ini adalah dilarang oleh agama. Apatah lg jika disertai dgn syahwat, mendekati zina... maka hukumnya lebih berat lg, tentulah haram.

      Rasulullah SAW pernah bersabda bahawa sesungguhnya di antara seseorang itu adalah muslim yang baik (keislamannya baik), maka dia meninggalkan apa-apa perkara yang tidak memberikan manfaat kpdnya. Hadis ini adalah hasan, riwayat Tirmidzi dll.

      Jauhilah perhubungan antara lelaki wanita yang terlalu bebas tanpa ikatan yang sah seperti bercouple ini. Ianya bukan budaya islam, Nabi SAW tak pernah bercinta dgn mana2 perempuan tanpa ikatan yg sah.

      Marilah kita bertaubat drp kesilapan. insyaAllah. Moga Allah lindungi kita semua drp dosa & maksiat. Amiin.

      Wallahu 'alam.

      Delete
  15. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  16. Wa'alaikumussalam wbt.

    Sesungguhnya pada hikmah sebuah pernikahan itu adalah dapat menghalalkan perhubungan antara lelaki & wanita bukan mahram, yakni termasuklah dengan memelihara maruah & kehormatan diri melalui penyaluran nafsu ke jalan yang halal lagi berpahala.

    Rasulullah SAW bersabda, "Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk bersetubuh) namun dia enggan melayaninya, maka malaikat melaknat si isteri sampai masuk waktu pagi." [HR Bukhari]

    Puan perlu memenuhi permintaan suami puan selagi tidak melanggar syarak.

    Diriwayatkan dari Mu'awiyah bin Haidah, katanya;
    "Aku berkata, wahai Rasulullah, aurat kami yg mana yg boleh diperlihatkan & mana yg tidak? Maka Rasulullah bersabda, 'jagalah auratmu, kecuali kpd isterimu atau hamba sahaya yg kamu miliki.' aku mengatakan, 'wahai rasulullah, apabila sebahagiannya dgn yg lain?' maka Rasulullah menjawa. 'Apabila kamu dapat mengusahakan agar tidak terlihat oleh seseorg, maka jgnlah kamu perlihatkan.' Aku berkata, "wahai rasulullah, bagaimana salah satu kami sedang bersendirian?' Baginda menjawab; 'Allah lebih berhak untuk dimalui berbnding manusia." [HR Ashhab as-sunan]

    Maka demi menghuraikan hadis ini, Ibn Urwah al-Hambali dalam kitab al-kawakib mengatakan 'diperbolehkan bg masing2 suami isteri utk melihat seluruh tubuh psgnnya, & menyentuhnya, bahkan pd kemaluannya sekalipun.'

    InsyaAllah yang demikian, asbab perhubungan puan & suami telah pun halal di sisi syarak, maka diperbolehkan untuk melakukan apa yg puan & suami lakukan demi menjaga kehormatan diri masing2 yg terbatas oleh jarak yg jauh. walau bagaimanapun hendaklah dipastikan agar lebih perhatian, (berhati-hati) untuk tidak terlepas gambar ataupun rakaman itu publicly kerana aurat puan hanya halal utk tatapan suami puan & begitu juga sbaliknya.

    Harapnya membantu, Semoga Allah sentiasa memelihara puan sekeluarga. Amiin.

    ReplyDelete

"Dan berpesan-pesanlah kamu dengan kebenaran dan kesabaran.."