Pencinta Yang Dimuliakan Allah. :)

TINTA PENULIS.

Dengan Nama Allah,

Aku hanyalah insan hina berlumur dosa yang seringkali tergelincir dari landasan iman. Aku perlukan teguran, nasihat & doa yang berpanjangan dari kalian.

Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.

Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.

Sunday, January 8, 2012

Hukum Chat, SMS & Call Dengan Bukan Mahram



Bismillahirrohmanirrohim..

Saya ditanya beberapa orang adik berkaitan dengan situasi apabila berhubungan dengan lelaki bukan mahram secara maya iaitu melalui chat, SMS & panggilan telefon. Maka, di sini saya sertakan penjelasan mendalam oleh Ustazah Shahidah berkaitan ikhtilat lelaki & wanita secara maya.


SOALAN:

Assalamualaikum Ustazah,

Saya ingin bertanya tentang hukum saya berkomunikasi dengan bukan mahram saya melalui internet samada chatting atau perbualan2 melalui facebook, email dsb. Saya seorang wanita muslimah yang masih menuntut di IPT. Bentuk perbualan saya selalunya bukan perkara penting, Cuma sembang-sembang, menyampuk-nyampuk maklumat yang ada dalam facebook mereka.

Begitu juga kawan-kawan lelaki saya akan membalas perbualan tersebut. Begitulah hari demi hari kami saling berhubungan tanpa sekatan di alam cyber sedangkan di alam nyata kami menjaga batas-batas hubungan lelaki dan wanita bukan mahram ini.

Harap ustazah dapat melayani pertanyaan saya ini. Terima kasih.

Gadis Muslimah.


*********************


JAWAPAN:

Jawapan oleh: Ustazah Shahidah Sheikh Ahmad



Terima kasih atas pertanyaan itu.


Gadis Muslimah dan semua wanita muslimah yang membaca soaljawab ini,


Sebagaimana yang kita  maklumi bahawa, komunikasi dengan tulisan melalui jaringan internet atau yang lebih dikenal dengan chatting baru muncul dan populer beberapa tahun terakhir. Yaitu, tepatnya setelah ditemui  jaringan internet. Karena itu dalam kitab2 ulama terdahulu khususnya buku fiqh, istilah ini tidak akan ditemui. Namun asas bagi hukum chatting ini sebenarnya sudah dibahas oleh ulama, jauh sebelum jaringan internet ditemukan.


Chatting dengan lawan jenis yang bukan mahram sama halnya dengan berbicara melalui telefon, SMS, dan berkiriman surat. Semuanya ada persamaan. Yaitu sama-sama berbicara antara lawan jenis yang bukan mahram. Persamaan ini  juga mengandung adanya persamaan hukum. Karena itu,ada dua perkara berkaitan yang perlu kita bahas sebelum kita lebih jauh membicarakan hukum chatting itu sendiri.


Pertama, adalah hukum bicara dengan lawan jenis yang bukan mahram.


Kedua, adalah hukum khalwat.


Berbicara antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram pada dasarnya tidak dilarang apabila pembicaraan itu memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh syara'. Seperti pembicaraan yang mengandung kebaikan, menjaga adab-adab kesopanan, tidak menyebabkan fitnah dan tidak khalwat. Begitu jika hal yang penting atau berhajat umpamanya hal jual beli, kebakaran, sakit dan seumpamanya maka tidaklah haram.


Dalam sejarah kita lihat bahwa isteri-isteri Rasulullah berbicara dengan para sahabat, ketika menjawab pertanyaan yang mereka ajukan tentang hukum agama. Bahkan ada antara isteri Nabi SAW yang menjadi guru para sahabat selepas wafatnya baginda yaitu Saidatina Aisyah RA.


Dalam hal ini, Allah SWT berfirman yang artinya:
“Karena itu janganlah kamu (isteri-isteri Rasul) tunduk(yakni melembutkan suara) dalam berbicara sehingga orang yang dalam hatinya ada penyakit memiliki keinginan buruk. Tetapi ucapkanlah perkataan yang baik”. (QS. al-Ahzab: 32)


Imam Qurtubi menafsirkan kata  ‘Takhdha’na’  (tunduk) dalam ayat di atas dengan arti lainul qaul (melembutkan suara) yang memberikan rasa ikatan dalam hati. Yaitu menarik hati orang yg mendengarnya atau membacanya adalah dilarang dalam agama kita.


Artinya pembicaraan yang dilarang adalah pembicaraan yang menyebabkan fitnah dengan melembutkan suara. Termasuk di sini adalah kata-kata yang diungkapkan dalam bentuk tulisan. Karena dengan tulisan seseorang juga bisa mengungkapkan kata-kata yang menyebabkan seseorang merasakan hubungan istimewa, kemudian menimbulkan keinginan yang tidak baik.


Termasuk juga dalam melembutkan suara adalah kata-kata atau isyarat yang mengandung kebaikan, namun ia boleh menyebabkan fitnah. Yaitu dengan cara dan bentuk yang menyebabkan timbulnya perasaan khusus atau keinginan yang tidak baik pada diri lawan bicara yang bukan mahram. Baik dengan suara ataupun melalui tulisan.


Jika ada unsur2 demikian ia adalah dilarang meskipun pembicara itu mempunyai niat yang baik atau niatnya biasa-biasa saja.


Adapun khalwat, hukumnya dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW yang artinya: "Janganlah ada di antara kalian yang berkhalwat dengan seorang wanita kecuali dengan mahramnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Khalwat adalah perbuatan menyepi yang dilakukan oleh laki-laki dengan perempuan yang bukan mahram dan tidak diketahui oleh orang lain. Perbuatan ini dilarang karena ia dapat menyebabkan atau memberikan peluang kepada pelakunya untuk terjatuh dalam perbuatan yang dilarang.


Kerana ada sabda Nabi SAW bermaksud:
“Tiadalah seorang lelaki dan perempuan itu jika mereka berdua-duaan melainkan syaitanlah yg ketiganya” (Hadis Sahih)


Khalwat bukan saja dengan duduk berduaan. Tetapi berbual2 melalui  telefon di luar keperluan syar'i juga dikira berkhalwat. Karena mereka sepi dari kehadiran orang lain, meskipun fisikal mereka tidak berada dalam satu tempat. Namun melalui telefon mereka lebih bebas membicarakan apa saja selama berjam-jam tanpa merasa dikawal oleh sesiapa


Dan  haram juga ialah perkara2 syahwat yang membangkitkan hawa nafsu contohnya yang berlaku pada kebanyakkan muda mudi atau remaja2 sekarang dimana sms atau email atau Facebook atau Friendster atau seumpamanya menjadi alat untuk memadu kasih yang memuaskan nafsu diantara pasangan dan masing2 melunaskan keinginan dan keseronokkan semata2. Membincangkan perkara2 lucah lebih2 lagi hukumnya adalah haram.


Kesimpulan:

Hukum chatting sama dengan menelefon sebagai mana yang sudah kita terangkan di atas. Ertinya chatting di luar keperluan yang syar'i termasuk khalwah. Begitu juga dengan sms. Walaupun dengan niat berdakwah. Karena berdakwah kpd jenis lawan bukanlah suruhan agama kerana Allah telah menetapkan untuk berdakwah kpd lelaki adalah lelaki juga, begitu juga sebaliknya.


Namun bila ada tuntutan syar'i yang darurat, maka itu diperbolehkan sesuai keperluan. Tentunya dengan syarat-syarat yang sudah kita jelaskan di atas. Di sinilah menuntut kejujuran kita kpd Allah dalam  mengukur sejauhmana urusan kita itu satu keperluan atau mengikut nafsu semata-mata. Dan kejujuran itu pula bergantung sejauhmana iman kita kepada Allah. Jika muraqabatillah kita kuat( yakni merasa diri sentiasa dalam pandangan Allah), maka itu  yg akan menjadi pengawal kita. Jika tidak maka kita akan hanyut bersama orang2 yg terpedaya dengan teknologi moden ini. Na’uzubillah.


Agak menyedihkan juga dengan kenyataan saudari, bahawa dalam suasana nyata saudari amat menjaga batas pergaulan dgn lelaki bukan mahram ,namun di alam cyber saudari bebas berbual mesra tanpa batasan syara’. Saya percaya ramai remaja muslimah yang terjebak ke dalam situasi yang syubhah ini.


Internet sangat baik untuk kita, dimana ia memudahkan banyak urusan kita tapi jika kita menyalahgunakannya akan membawa akibat buruk kepada akhlak dan masyarakat kita.


Semoga jawapan ini dapat memandu para muslim dan muslimah remaja atau dewasa dalam melayari kehidupan yang penuh ujian keimanan ini.


Alangkah bahagianya jika para remaja muslim dan muslimah yg  terdiri dari para intelek hari ini berpegang teguh kepada tali agama yaitu taat kepada perintah dan larangan Allah dalam setiap urusan hidupnya.Semoga dgn itu Allah akan menurunkan rahmahNya kpd kita semua.


Dan semoga Allah menjauhkan kita dari segala fitnah dunia yang sangat manis pada pandangan mata.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga mendapat manfaat.


Wallahu a'lam.

Ust.Shahidah Sheikh Ahmad


*SUMBER: IKRAM

Saturday, January 7, 2012

She's Very Kind & Inspirational.



Bismillahirrohmanirrohim..
Dengan NamaMu yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Pakar motivasi mengatakan bahawa orang yang bijak adalah sama seperti span, dalam terma menyerapi semua kebaikan yang tertumpah berdekatan dengannya.

Manusia yang bijak juga sepatutnya seperti itu.

Amat rugi kalau kita berdamping dengan orang-orang yang hebat tetapi kita tidak dapat menambah nilai untuk diri sendiri walau sedikit pun.

Alhamdulillah.. saya sangat bersyukur dikurniakan seorang pedamping yang sangat baik & memberikan inspirasi kepada saya. Dah lama sebenarnya saya nak tulis entri berkenaan dengan beliau. Namun, aturanNya itu penuh rahsia & Dia menentukan hari inilah yang terbaik untuk saya menulis post tentang beliau. insyaAllah.

Hampir setahun lebih juga saya duduk bersama dia. Saya banyak belajar daripadanya. Antara nilai tambah yang berharga buat diri saya ialah;


1) Jangan pernah kedekut untuk berkongsi & berbahagi rezeki.

Dia suka membeli barang-barang. Termasuklah makanan. Namun, dia bukanlah insan yang kuat makan macam saya. huhu. ;p Katakanlah dia membeli sebungkus wafer, dia akan memberi 4-5 batang wafer kepada saya. Apabila saya habis makan, dia tambah lagi. Sudahnya dalam sebungkus tu dia hanya makan 1-2 saja agaknya. Yang semuanya saya yang habiskan. ;p [Haish.. teruknya saya.]

Begitu juga dengan benda-benda yang lain. Coklat, biskut, air kotak, minuman 3in1, dadih serta banyak lagi.

Beberapa hari yang lepas, dia membelikan 1 potong kek dari Anjung Semarak, kafe yang agak popular di USM. & saya tahu, harga sepotong kek itu agak mahal harganya. Standard seperti King's jugalah.

Serius. Saya rasa terharu. Ya, dia beli tanda dia ingatkan sayalah kan.. & apabila dia ingat, tandanya dia menghargai saya. *mata berkaca-kaca tanda terharu*



2) Buah tangan yang membahagiakan.

Apabila dia pulang ke rumah, & kembali semula ke USM, dia selalu membawakan buah tangan untuk saya. Biasanya satu bekas kek yang dibuatnya sendiri. Lebih dari itu, dia akan memberikan macam-macam lagi yang sampai penuh meja dibuatnya. :)

Dia juga pernah ke luar negara. Ke Beijing & ke Indonesia. Sekali lagi, dia pulang pastinya dengan buah tangan untuk saya. Saya masih simpan & pakai T-Shirt merah bertulisan Beijing itu. Di rumah, ibu saya pernah tanya, saya beli di mana baju itu. Dan saya katakan roommate saya hadiahkan kepada saya.

Ibu saya kata; "Baik sungguh kawan In tu.."

Saya pun membalas; "Bukan setakat baik... cantik pula tu.."

Ibu saya hanya tersenyum selepas itu. Saya akan bawa ibu jumpa dengan dia waktu kami konvokesyen nanti, insyaAllah. :)


3) Kejutan yang comel... :)

Semua orang sukakan kejutan. Ya, dia belikan kek hari lahir untuk saya. Serius, itu kali pertama saya makan kek ais krim Baskin Robin. Kelas saya kan.... :) huhu.

Kawan-kawan yang lain ada juga berikan hadiah. Tapi taklah dalam bentuk kejutan yang comel seperti itu. ;D kali terakhir saya dikejutkan begini waktu masih belajar di peringkat diploma. Oh.. rindu juga dengan kawan-kawan saya yang sempoi dan comel itu; Aja. Rina, Santi, Ika & Mar...




Ok, berbalik kepada kisah kejutan BR ice-cream cake. Dia ingin buat kejutan & mengetuk pintu bilik. Tapi saya waktu itu memakai headphone & tidak endahkan ketukan di pintu. Lagipun, sebelum itu ada student yang datang mengedarkan 'survey-form', jadi saya fikir yang mengetuk itu adalah mereka.

Saya malas mahu buka pintu kerana saya dah pun letakkan borang jawapan di hadapan pintu waktu itu seperti yang mereka suruh.

Jadi saya buat tak tahu sahajalah ketukan tersebut. Dan kelakarnya, dia akhirnya membuka sendiri pintu & datang ke meja saya & lalu berkata,

"Happy birthday, intan. Kenapa awak tak buka pintu...?"

;D

Mukanya nampak kecewa. Stress dengan ke-lampi-an saya mungkin.

=.="

Jangan dikenangkan betapa terkilan & rasa serba salahnya saya waktu itu.

Sampai sekarang bila teringat, buatkan terasa nak menjerit;

"Maafkan saya..........." *muka serba salah*

********************

Sepanjang setahun lebih ini kalau saya nak senaraikan kebaikannya, mungkin tak cukup hanya dalam 1 entri cabuk yang macam ini. Dia pernah urutkan kaki saya waktu saya accident & Alhamdulillah, berkat keikhlasan hatinya, saya lekas sembuh. Bengkak kaki saya cepat surut & sakit pun tak berpanjangan.

Segala kebaikan & pertolongan yang diberi, dia tidak pernah berkira. Malah, setahun saya berpisah dengannya kerana bertukar pasangan sebilik, dia selalu juga datang berziarah & membelikan makanan & souvenir untuk saya. Bekas pensil tu masih ada atas meja belajar saya sekarang ni. :)

Oh ya... dia juga adalah 'kamus bergerak' saya sebab saya suka tanya dia perkataan-perkataan bahasa inggeris sebab her english is very good. :D

Selebihnya, masakan ikan patin mak dia memang sangat sedap. ;p Oh ya, kek butter self-made dia pun sedap juga.. :) [Bertuahlah suami awak kelak, Fad. insyaAllah.]


Hehe. Untuk roommate saya yang tercinta; Noor Fadhilah bt Abdul Ghani, terima kasih yang tak terhingga sebab selalu buat saya gembira, terharu & dihargai..

saya sayang awak... sangat! & saya tahu Allah sayangkan awak lebih-lebih lagi. Semoga Allah sentiasa merahmati awak, insyaAllah..



Cantik kan..? :D

InsyaAllah, secantik peribadi & pekertinya.

InsyaAllah juga, kalau panjang umur, saya ingin bertemu dengan mak dia dan katakan kepadanya;

"Alhamdulillah mak cik.. terima kasih kerana melahirkan anak yang sebegitu hebat, baik & cantik.. insyaAllah saya pun nak jadi baik macam dia..." :)


*******************


PENUTUP : Biar Kecil Asalkan Berterusan...

Fad mengajar saya, yang kecil tetapi bermakna itu tetap ada nilai yang besar di sesuatu sisi lainnya. Sebagaimana setiap sedekah yang dia beri, selalu menggembirakan hati saya. Mungkin baginya, hal itu kecil, namun, hal yang kecil-kecil tetapi berterusan itulah yang membuatkan saya bertambah sayang & menghormatinya.


Hal ini saya cuba aplikasikan dalam hubungan saya dengan Allah. Sebagaimana Fad selalu ingat untuk membelikan makanan bekal itu saya, & hal itu membuatkan saya gembira, seperti itu jugalah Allah akan gembira jika saya sentiasa mengingatiNya kemana pun saya pergi. insyaAllah.


Hal-hal kecil seperti menyebut namaNya; insyaAllah, Alhamdulillah, tetapi dilakukan secara berterusan pasti akan membuatkan Allah juga mengingati dan menyayangi kita. Sebagaimana Fad selalu membuatkan saya teringat & sayang kepadanya kerana tindakan-tindakan kecilnya yang spontan & bersahaja itu.

Hal ini juga aplikasikan kepada orang lain, sahabat-sahabat yang lain. Dan ternyata, saya gembira apabila melakukan hal tersebut. Saya gembira dapat menggembirakan orang lain. Saya juga mahu orang lain rasakan bagaimana saya rasa apabila digembirakan.


Ya, kita rasa dihargai.. :)


Banyak kebaikan yang saya perolehi daripada insan sekeliling saya. & sebab itu jugalah Allah menyuruh kita memperbanyakkan pergaulan. Berkawanlah dengan orang-orang yang positif & baik, insyaAllah, banyak kebaikan juga yang akan kita perolehi..

Buat semua sahabat-sahabat yang saya sayangi kerana Allah.. saya doakan, persahabatan ini akan kekal kita bawa hingga ke syurgaNya kelak. insyaAllah. Sayang antum semua fillah. Alhamdulillah, terima kasih kerana membawa begitu banyak kebahagiaan kepada diri saya yang banyak kekurangannya ini..


Allahu 'alam.. :)


p/s: Terima kasih juga untuk Cik Elah Jejem selaku pegawai kebajikan yang suka menyedekahkan nasi apabila saya kelaparan, Cik Guni Guniha yang selalu concern & menemankan diri ke makmal malam-malam serta yang lain-lain juga... Allah sahajalah yang membalasi semua kebaikan kalian. InsyaAllah.. :)


MARI SAMBUNG BACA CATATAN INI JUGA: POSITIF ITU INDAH



Thursday, January 5, 2012

HIJRAH: cintaku hanya untuk Dia.



Bismillahirrohmanirrohim..
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..


".. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau Berikan Petunjuk kepada kami, & kurniakanlah kepada kami rahmat dari sisiMu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." [Ali-Imran, 3: 8]


Sumaiyah ragu-ragu untuk meneruskan hubungan cinta dengan teman lelakinya. Hatinya entah kenapa terasa tawar dengan Malik. Hubungan mereka semakin hambar. Tak sehangat mula-mula dahulu.


Hatinya sangat kuat mengatakan bukan itu caranya lelaki soleh & perempuan solehah menyemai cinta mereka.

Bukan itu caranya Rasulullah saw mencintai Siti Khadijah melainkan dengan menikahi isteri tercintanya itu terlebih dahulu.

Begitu juga kisahnya dengan Saidina Ali & puteri Rasulullah saw; Fatimah Az Zahra. Hatinya sangat yakin bukan itu caranya membenih cinta bagi mendapatkan keredhaan & kebahagiaan daripada Allah.


Dia berasa sangat cemburu melihat teman sebiliknya yang kelihatan tenang dan gembira melalui hari-hari walaupun tanpa kekasih hati. Sumaiyah juga terasa rendah hati berjalan di sebelah Liyana yang sopan bertudung labuh itu. Liyana tidak pernah diganggu lelaki-lelaki jahat sebagaimana dia selalu diganggu dengan siulan & usikan nakal.


Padahal, Sumayyah mahu lelaki-lelaki itu tahu bahawa dia juga bukanlah semurah yang mereka sangka. Dia juga tidak suka diganggu begitu. Apakah mesti dia berpakaian bertutup litup seperti Liyana barulah dia akan dihormati sedemikian juga?

Mengapa Liyana nampak gembira, tenang & ceria walau tiada teman lelaki sepertinya...?

Pernah Sumaiyah bertanya kepada Liyana, apakah gadis itu tidak bosan hidup tanpa kekasih hati?

Liyana hanya tersenyum manis sambil menjelaskan;

"Alhamdulillah, disebabkan tak ada pakwe ni saya semakin cintakan Allah, Rasulullah saw, ayah saya, abang saya, ibu saya, adik-adik saya, sahabat-sahabiah saya... saya juga jatuh cinta kepada gerak kerja dakwah yang saya temui hanya kerana saya meninggalkan couple sebelum nikah..."

"Awak takkan rasa sunyi kalau awak dekatkan diri kepada Allah. Allah akan isikan kesunyian & ruang kosong tersebut dengan ilmuNya, sahabat-sahibah yang baik, kasih sayang keluarga & yang paling penting... tanpa ada teman lelaki, kita akan lebih dekat dengan Allah, insyaAllah..."

Waktu itu... Sumaiyah masih kabur-kabur.



3 TAHUN BERLALU....


Kini mereka berdua sama-sama ceria gembira di hari konvokesyen dengan jubah ungu gelap dan jambangan bunga masing-masing.


Tiba-tiba, Sumaiyah seakan terperasan sesuatu. Dia melihat ada seorang lelaki asing di sisi Liyana. Lelaki itu menggenggam erat tangan Liyana & kadangkala mempebetulkan tudung gadis itu.


Sumaiyah rasa pelik. Dia tidak pernah melihat lelaki itu sebelum ini. Langsung dia pun merapati gadis manis bertudung labuh tersebut.


Sumaiyah berbisik di telinga Liyana. Waktu itu lelaki tadi berada agak jauh dari mereka berdua dan berbual-bual dengan ahli keluarga Liyana yang lain.

"Siapa tu Liya? Pakwe awak eh?" soal Sumaiyah penuh tanda tanya.

"Haah..." jawab Liyana sambil tersenyum manis. Nampak lesung pipit di kedua-dua pipinya.

Sumaiyah terpana.

Cis! Sampai hati Liyana membohonginya. Rupanya selama ini Liyana berlagak suci itu semuanya sekadar topeng & kepura-puraanlah?

Hati Sumaiyah lebur. Dia baru sahaja mahu meminta pendapat Liyana.

Dia baru sahaja mahu meminta tips menjadi wanita solehah daripada Liyana. Bagaimana mahu menjalani hidup solo tanpa teman lelaki namun masih gembira & ceria seperti Liyana selama ini. 

"Tapi... selama ni awak kata awak takde pakwe kan...?" ujar Sumaiyah nampak keliru.

Liyana tergelak kecil.

"Memang saya tak ada pakwe macam orang lain.. Pakwe saya ni special. Sebab dia adalah suami saya.." jelas Liyana sambil menyentuh lengan Sumaiyah dengan senyuman.

"Suami...???" Sumaiyah terkejut.

"Saya minta maaf tak beritahu saya nikah minggu lepas. Saya try contact awak tapi tak dapat... insyaAllah hujung minggu ni walimah kami.. ini kad jemputannya. Khas untuk awak.." ujar Liyana dengan lembut sambil menyerahkan kad berwarna ungu gelap bercorak silver itu kepada Sumaiyah.

Sumaiyah melihat kad itu. 

Jemputan Khas Meraikan Penyatuan Dua Hati : 
Mohamad Iqbal Ishak & Yusra Liyana Mustafa.


Mata Sumaiyah berair. Sekali lagi Liyana menyerahkan sesuatu ke tangannya.

"Ini untuk awak Su.. saya dah lama perhatikan awak.. awak baik.. sangat baik. Jauh lebih baik dari saya. Hati awak lembut. Jauh lebih lembut dari saya. InsyaAllah.. bantulah jiwamu itu, ia benar-benar perlukan tarbiyyah... Jangan lepaskan hidayah Allah yang telah menyapa hati awak itu demi Malik yang masih belum sah menjadi suami awak..." nasihat Liyana dengan berhemah.

Sumaiyah menjenguk plastik di tangannya. Tangannya mengeluarkan kain itu. 

Air matanya berjujuran ke pipi... Tudung Labuh berwarna hijau muda itu dibawakan ke wajahnya. Menutup wajah yang sudah dibasahi air mata.

Liyana juga sebak pabila melihat tangisan temannya itu. Dipeluknya tubuh kurus lampai itu.

Sumayyah tersedu-sedu.
"Saya dah lama nak berubah... tapi saya ragu-ragu nak mulakan langkah. Saya takut nak mulakan langkah untuk tinggalkan Malik & mendekati Allah. Saya biarkan hidayah itu berlalu.. padahal saya nak sangat jadi macam awak Liya.. selama saya jalan dengan awak semua lelaki hormatkan awak. Tak pernah kacau awak. Kawan-kawan kelas kita yang minat kat awak pun tak kacau awak.. sebab mereka tahu awak perempuan mahal..." dalam esakan Sumaiyah meluahkan rasanya.

"Saya pun nak jadi perempuan mahal... macam awak.. yang maruahnya dijaga oleh Allah.. Hanya lelaki yang terbaik saja yang mampu memiliki dengan mendekati wali awak, meminang awak dengan cara terbaik.. saya pun nak jadi wanita yang dihormati sebegitu..." luah Sumaiyah lagi. Basah tudung Liyana dengan air mata Sumayyah.

Liyana meleraikan pelukannya..

"InsyaAllah awak boleh... mulakanlah dengan memutuskan semua hubungan-hubungan yang tidak halal di sisimu..."

Liyana membantu mengelap air mata Sumaiyah.

"Lelaki yang soleh hanya wanita yang solehah, Su.. Apabila Allah memberikan Hidayah kepada hambaNya, Dia pasti akan membantu hambaNya itu menyelusuri jalan untuk pulang kembali kepadaNya.. saya akan bantu awak, insyaAllah. selebihnya, USAHA awak sendiri seiring dengan tawakal kepada Allah."



*************

Sumaiyah melihat helaian ke-2 buku nipis tersebut. Buku itu nampak sahaja nipis, namun sarat dengan tips & informasi.


BAHAYA CINTA SEBELUM KAHWIN

* Pasti kelak diriku ibarat lembu yang ditarik hidung oleh nafsu.
* Menyibukkan hati merindui makhluk yang tidak halal bagiku seumpama membuka pintu bagi syaitan menjalankan jarumnya untuk melupakanku kepada Allah.
* Hati terseksa dengan barah rindu kepada si dia.
* Rindu palsu akan membelenggu minda hingga ia terjajah & terhina di bawah jajahan syaitan.
* Cinta lalai akan menyebabkanku alpa daripada mempersiapkan diri untuk keperluan dunia & akhirat.
* Aku boleh menjadi tidak rasional berfikir jika sudah mabuk cinta.
* Fitnah dunia ibarat racun yang akan membunuh akal, jiwa & perasaan.
* Jiwaku terganggu dalam menilai mana yang baik, mana yang buruk untuk diriku.
* Jika aku & dia berjaya melangkah ke alam rumah tangga nescaya ia terbina atas dasar maksiat, yang akan mengundang padah kepada peribadi zuriat kami pastinya. Nauzubillah!


Sumaiyah terkedu. Bait-bait kata-kata tulisan Ustazah Fatimah Syarha itu seakan-akan menyindirnya pula. Namun, dia sedar, kebenaran itu memang pahit untuk ditelan. Yang pahit itu akhirnya akan membuahkan kemanisan kelak.

Kemanisan cinta kepada Allah.

Sumaiyah ingin mencintai Allah.

Apa itu jatuh cinta kepada Allah sebenarnya...? Selama ini dia hanya mengatakan di bibir bahawa dia seorang Islam, dia sayang nabi, dia sayang Allah. Tetapi di mana bukti dia benar-benar sayangkan Allah, Nabi & Islam?


Sepatutnya jika benar-benar dia kasihkan Allah, Rasulullah saw & agama Islam, dia tidak akan sesekali melakukan perbuatan yang bercanggah dengan apa yang Allah perintahkan. Apa yang Rasulullah saw sarankan & Islam ajarkan.

Rasulullah saw ada bersabda;
"Masih belum sempurna iman seseorang daripada kalian sebelum diriku lebih dicintai olehnya berbanding hartanya, anaknya, & seluruh manusia." [HR An-Nasai'e]

Sumaiyah sedar... jika dia tidak berani memulakan langkah untuk 'mengorbankan' Malik, manakan mungkin dia bisa meraih cinta Allah.. Dia terlalu asyik dibuai cinta dengan manusia. Sampaikan dia lupa bahawa cinta Yang Lebih Utama iaitu cinta Allah tidak diraihnya.


Air mata Sumaiyah jatuh ke pipi...


Dimulai dengan nama Allah, Sumaiyah menaip mesej perpisahan itu untuk Malik. Dalam mesej itu dia meminta maaf, mengucapkan terima kasih dan memohon doa Malik supaya Allah sentiasa bersamanya dalam langkah mendatang..

"Saya nak menjadi wanita solehah & wanita solehah itu pasti akan berusaha untuk menyucikan hatinya daripada perkara-perkara yang tidak halal. Malik, awak bukan suami saya. Tak halal untuk saya mengucapkan kasih, sayang untuk awak selama ini. Patut pun saya tak merasa bahagia selama ini. Rupanya Allah tidak redha dengan setiap gerak laku kita... Ada baiknya kita bertaubat."

Sumaiyah memandang tudung labuh pemberian Liyana tengahari tadi. Dia masih teringat bagaimana cerianya wajah Liyana di samping kekasih yang halal buatnya. Lelaki itu soleh dan bersih wajahnya. Redup pandangannya. Langsung tidak memandang Sumaiyah. Lelaki itu amat menjaga pandangannya.


Alhamdulillah, Sumaiyah tahu, Liyana layak untuk lelaki sesoleh itu. 


"Kalau dengan pakwe, kita pegang & cium tangannya, Allah pandang kita dengan pandangan kemurkaan. Tapi, kalau kita dah nikah, kita pandang pasangan kita dengan kasih sayang tu pun adalah pahala... Bahkan Allah akan memandang kita dengan kasih dan sayang yang lebih-lebih lagi..." pesan Liyana.

Lamunan Sumaiyah berkecai dengan adanya bunyi telefon bimbitnya.

Balasan mesej Malik.

"Saya dah lama nak kata perkara yang sama. Sejak saya rajin ke kuliah agama dan menyertai halaqah semester ni, banyak saya didedahkan dengan hal couple sebelum nikah itu haram. Kita sama-sama buat silap. Memang ini tarbiyyah dari Allah. Siapalah saya nak menghalang awak dari kembali kepadaNya? & saya pun tak sanggup memilih awak berbanding Dia yang Lebih Utama. Cukuplah setakat ini kejahilan kita. Marilah kita kembali semula ke landasan yang benar. Saya akan doakan awak, insyaAllah. Assalamualaikum.."


Sumaiyah tersenyum.

"Alhamdulillah.."


Air matanya tumpah lagi. Hatinya terasa sangat lapang... Buku yang dipinjamkan oleh Liyana kepadanya ditatap dengan mata berair.

PEMILIK CINTAKU SETELAH ALLAH & RASUL...

adalah zauji kelak, insyaAllah.. 
bukan calon suami.. 
belum lagi bakal suami.. 
hanya khas buat suami seorang sahaja.. insyaAllah.. 
InsyaAllah... cinta ini hanya untukNya...


**********************





Saya percaya... ramai akhowat yang mengalami dilema seperti yang dialami Sumaiyah di atas. Biarpun jalan cerita mungkinlah tak sama, namun, matlamatnya sama, insyaAllah.


Kalian ingin kembali... antum telah Allah berikan kesedaran, bahawa jalan yang kalian ikut selama ini tidak betul.

Kalian ingin kembali.. Tapi tak tahu hendak mulakan dari mana...



InsyaAllah, tips-tips di bawah ini mungkin boleh membantu sedikit sebanyak.. insyaAllah. Mari kita sama-sama berdoa semoga Allah mudahkan perjalanan pulang kita kepadaNya... insyaAllah. :')



TIPS MENINGGALKAN COUPLE SEBELUM NIKAH DEMI ALLAH:

1) Bertaubat. Menyesali kejahilan terdahulu. Berazam tidak akan mengulangi kejahilan serta memperbanyakkan solat taubat dan memohon keampunan kepada Allah. Berdoa agar Allah menguatkan hati untuk meninggalkan maksiat yang telah dilakukan.

2) Kuatkan hati. Putuskanlah hubungan tersebut & jalan-jalan yang berpontensi menghubungkan kalian. Salin nombor telefon sahabat2 & tukarlah nombor telefon.

Ada orang yang bermula dengan mengurangkan jumlah SMS, namun, mungkin cara itu tidak berapa efektif. Hal ini kerana Syaitan akan berusaha menggoda. Syaitan akan 'memujuk' agar jangan berhenti berhubung dengan lelaki itu. 

* Ingatlah, hukum berhubungan dengan lelaki bukan mahram seperti chat, SMS, inbox FB, emel, secara berdua-duaan adalah sama seperti hukum berkhalwat. INFO LANJUT BACA DI SINI


3) Elakkan kebosanan (oleh kerana dah terbiasa berSMS) dengan menyertai kumpulan USRAH/ HALAQAH/ Majlis Ta'lim. [Sebenarnya semua ini tujuan & matlamatnya sama sahaja. Maka, jika dapat menyertai salah satunya pun sudah dikira Alhamdulillah.] InsyaAllah, ada sahabiah2 yang solehah yang bakal membimbing ke jalanNya... :)

4) Belilah Tafsir Quran mini. Isilah masa lapang dengan membaca ayat-ayat cintaNya. Banyakkan bermuhabasah diri dengan mentadabbur (mengkaji) ayat al-Quran. 
Carilah semula hatimu yang pernah dicuri itu. Mohonlah supaya Allah memegang hatimu itu selagi kamu masih belum bersedia..

5) Membeli & membaca buku-buku tarbiyyah pemantapan diri ke arah mensolehahkan diri. Buku-buku ini sebagai 'Spirit Booster' untuk berusaha menjadi wanita solehah, insyaAllah.
*Contoh terbaik: novel Tautan Hati (Fatimah Syarha), Seindah Mawar Berduri (Fatimah Syarha), Pemilik Cintaku Setelah Allah & Rasul (Fatimah Syarha), Tentang Cinta (Pahrol Mohd Juoi), Matahari (Hilal Asyraf) dan banyak lagi.

6) Memperbaiki penampilan diri. Rujuk TIPS di < SINI >


7) Jika masih belajar, sibukkanlah diri dengan berpersatuan. Masuklah persatuan yang mempamerkan suasana biah soleh/solehah, menjaga ikhtilat antara muslimin & muslimat. Di samping itu, sertailah program-program yang membentuk rohani. Jika anda di USM, saya cadangkan anda sertai Persatuan Mahasiswa Islam USM, Sahabat Sekretiat PERKIM, Persatuan Pergerakan Masyarakat USM dan banyak lagi. [Sekadar menamakan beberapa contoh.]


8) Tukarkan hobi suka mendengar lagu-lagu jiwang terleleh, tentang cintakan kekasih, cintakan manusia, atau secara ringkasnya lagu tentang cintakan keduniaan kepada lagu-lagu keTuhanan, lagu-lagu yang mentarbiyyah jiwa & menaikkan semangat. Dengarkan lagu-lagu kehebatan serikandi Islam seperti Rabiatul Adawiyah, Zinnirah, Sumaiyah, Asiah, Halimatus Sa'diah & Siti Khadijah. Mendengar lagu yang membangkitkan kerinduan kepada Rasulullah saw, Allah swt.
* Cadangan saya: Fursan: Keinsafan Diri, Maher Zain: The Chosen One, Inteam: pemergianmu, Nazrey Johani : Muslimah, Opick : Rapuh. [Sekadar menamakan beberapa contoh.]  


9) Upgrade-kan pembacaan buku kepada buku tarbiyyah yang lebih fokus kepada ke arah memperbaiki semula diri, mengenali asas-asas kehidupan, matlamatnya, peranan sebagai muslim dan sebagainya.
*Contoh pembacaan: Apa Ertinya Saya Menganut Islam [Fathi Yakan], Iman & kehidupan [Dr Yusuf al-Qaradawi], Hadis 40 Imam Nawawi, Hadiah Buat Muslimah: Panduan Fiqh Asas wanita [Ustzh Siti Nor Bahyah], Mukasyafah Al-Qulub; Penenang Jiwa [Imam al-Ghazali].

Pembacaan kemudiannya diperluaskan lagi kepada sirah nabi, tokoh-tokoh islami, motivasi, keTuhanan, gerak kerja dakwah dan sebagainya.


10) Selalu perbetulkan semula niat, usaha mensolehahkan diri ini untuk mendapatkan keredhaanNya semata-mata & bukannya semata-mata kerana mahu berjodoh dengan lelaki soleh. 
Jodoh itu rahsia Allah... kan? :)


11) Memperbanyakkan mengingati mati. Cukuplah kematian itu sebagai peringatan yang terbaik... insyaAllah.

* Jarak masa antara steps di atas terserahlah kepada kalian. Kata kuncinya, selepas ambil tindakan memutuskan perhubungan tersebut, seeloknya banyak-banyakkan menyibukkan diri dengan perkara-perkara yang mendekatkan kita kepada Allah supaya mengekang nafsu kita kembali berhubung dengan dia.


Ustazah Fatimah juga ada menyarankan Tips Menepis Panahan Cinta Sebelum Bernikah ini;

* Tegas dengan prinsip diri.
* Meletakkan misi yang jelas dalam hidup.
* Bersahabat dengan rakan sejantina yang soleh/ah
* Mengekang hawa nafsu
* Mendekati majlis ilmu.
* Menyibukkan diri dengan hobi & minat yang berfaedah.
* Akrab dengan Allah dalam ibadah & kehidupan.


CUBALAH dahulu... insyaAllah, kalau kita berusaha, Allah pasti akan membantu kita. Tidak ada penyakit di dunia ini yang tiada penawarnya. Kekosongan hati itu hanya boleh diisi dengan kasih sayangNya. Kelukaan hati itu.. hanya boleh dirawat dengan mendekatkan diri kepadaNya. insyaAllah, kuatkan hati & mulakan tindakan.


USAHA dulu ya? & jangan cepat mengalah.. dalam bab menjaga diri kita, apalah salahnya kita 'jual mahal-mahal' sikit... bukankah hati & aurat kita adalah maruah kita..?



*********************



Allah itu cemburu.. Sangat cemburu sebenarnya apabila kita menduakan Dia. 


Cuba kita bayangkan suami yang kita kasihi & cintai, yang kita setia di sisinya saat susah dan senang, yang selalu kita berikan kasih sayang & layanan yang baik... tiba-tiba sahaja suami kita itu bercinta dengan wanita lain. Yakni kekasih gelapnya. Maksudnya sekadar bercinta tanpa bernikah. Suami kita selamba sahaja berkasih-kasihan dengan kekasihnya itu. Malah, sewaktu bersama dengan kita pun dia terbayang, menyebut dan merindui kekasihnya itu.


Marah tak kita? Cemburu tak kita? Naik tak darah kita?


Sama tak apa yang kita lakukan kepada Allah?


Dialah Pencipta kita, Dia beri kita makan, pakaian, tempat tinggal, keluarga. Malahan ada di antara kita yang dilebih-lebihkan kurniaannya seperti hidup senang, rupa cantik, pandai pula. Tetapi kita selamba sahaja menduakan Allah & bercinta dengan lelaki yang belum menjadi suami kita. Padahal yang selama ini setia di sisi kita waktu senang & susah hanyalah Dia...


Alhamdulillah. Allah itu Sangat Sabar & Kasihkan kita. Dia tak murka pun. Dia tak timpakan azab pun kepada kita...


Lalu, bersyukurlah kita... lalu mari kita sama-sama kembali bertaubat & menyesali kesilapan & kejahilan kita.


Renungilah firmanNya ini.
Allah memperingatkan kita;
"....Kamu menyangkanya perkara kecil, sedangkan di sisi Allah, ia adalah perkara yang besar dosanya." [surah an-Nur: 15]


Setiap manusia melakukan kesilapan.. Namun, percayalah keampunanNya itu sangat luas dibandingkan dengan kemurkaanNya. Mintalah ampun kepada Allah, nescaya Dia akan mengampunkan dosa-dosa kita... insyaAllah.


Kuatkan semangat, kuatkan semangat, kuatkan semangat serta mohonlah kekuatan daripada Allah. Sesungguhnya tidak salah berubah jika perubahan itu ke arah kebaikan & mendekatkan jarak kita dengan Allah. Yakinlah bahawa Allah akan menganjarkan kebaikan kepada kita di atas pengorbanan kita.


Firman Allah swt;
"Dan barangsiapa yang berjihad (melakukan kebaikan), maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam." [surah 29; al-ankabut; ayat 6]





Wahai muslimah kesayangan; 
Jangan bunuh masa depan akhiratmu dengan dosa dan maksiat.
Isilah masa sekarang dengan iman untuk masa depan yang penuh kebahagiaan.

Mudah-mudahan menjadilah kita, muslimah harapan, yang dibanggakan kekasih Tuhan.


"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami & keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), & jadikanlah kami pemimpin orang-orang bertakwa." [surah al-Furqan 25: 74]


Amiin ya robbal 'alamiin..
Allahu 'alam...

------------------

p/s: Maafkan diri di atas semua kekurangan. Yang Baik datangnya dari Tuhan, yang kurang itu datangnya dari khilaf saya sendiri. Oh ya, cerpen Sumaiyah & Liyana di atas tiada kena mengena dengan sesiapa. Ianya hanya rekaan saya semata sebagai mukadimah entri kali ini. Semoga bermanfaat. insyaAllah. :)

InsyaAllah saya ada softcopy Maza Yakni [Fathi Yakan] & Hadis 40 Imam Nawawi. Jika sahabat2 mahu saya emelkan, boleh hubungi saya di emel saya: syauqahwardah1209@gmail.com. InsyaAllah saya akan emelkan.

Syukran atas kunjungan & sudikanlah share jika bermanfaat.

Doakan juga saya berjaya dengan cemerlang di dalam peperiksaan akhir semester ini. 1st paper saya esok. Mohon doanya! :)




Wednesday, January 4, 2012

Puisi: Wahai Muslimah.




Bismillahirrohmanirrohim..
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..


Saya ingin kongsikan bait-bait puisi karangan Akhi Afdholul Rahman, dengan izin penulis asal. Saya kira, sangat bermanfaat sebagai muhasabah wanita-wanita yang bergelar muslimah, insyaAllah...


Para muslimah penggegar ummah,
Tubuh kalian itu walaupun mungkin nampak lemah,
Tapi janganlah dikorbankan maruah,
Pada lelaki yang 'membeli' engkau dengan harga yang murah.

Yang melamarmu melalui facebook, emel dan sms,

Tidakkah kalian lihat mereka telah merendah-rendahkan nilai diri kalian?

Janganlah mudah tertarik dengan kebaikan yang terlindung,

Kalian belum benar-benar kenal yang terselindung,
Lelaki begini hanya melamarmu untuk ke neraka Allah,
Bukan ingin memimpinmu ke syurga.



Wanita solehah adalah penggegar dunia,
Yang dengan solehahnya,
Membuatkan syurga rindu kepadanya,
Yang dengan peribadi mulia pada dia,
Seluruh dunia terselamat dari derita.



Puteri-puteri Maryam dan Asiah,
Yang bakal menjejak langkah Fatimah dan Khadijah,
Kalian adalah yang tertinggi di sisi Allah,
Kiranya kalian tampil sebagai mukminah.

Tapi dirimu kalau tidak dipelihara syakhsiah,

Ramai bakal terjerat dalam medan fitnah.



Wanita termahal di dunia,
Adalah wanita yang menjaga imannya,
Di saat yang lain merebut anugerah dunia,
Dia sibuk mengejar anugerah di syurga.

Dunia tidak lengkap tanpa wanita,
Senyum indah mereka membangkitkan cinta,
Tiap bait kata mereka bak mutiara berharga,

Tetapi, siapakah wanita termahal di dunia?


Wanita termahal adalah yang akrab dengan Dia,

Sinarnya umpama sang suria,
Dunia bahagia dengan adanya mereka,
Dunia gelap tanpa mereka.



Wanita yang membahagiakan dunia,
Adalah wanita yang tampil dengan imannya.

Menganjaklah wahai wanita menjadi seperti Nasibah bt Kaab,

Mujahidah perkasa yang tidak ada gentarnya,
Di mana Nabi berada di situ ada dia,
Daripada seorang tukang rawat hinggalah senjata pun turut diangkat,
Tangisnya bukan kerna hilang anak dan suami di medan laga,
Tetapi kerna sudah tidak ada wakil yang ingin dihantarnya ke syurga.

Bahagia bukan bila dirinya ceria,

Tetapi bila wanita seperti dia ada sumbangan untuk ummahnya.



Jangan bunuh masa depan akhiratmu dengan dosa dan maksiat.
Isilah masa sekarang dengan iman untuk masa depan yang penuh kebahagiaan.

Mudah-mudahan menjadilah kalian, muslimah harapan, yang dibanggakan kekasih Tuhan.




Wallahu 'alam..