Pencinta Yang Dimuliakan Allah. :)
TINTA PENULIS.
Dengan Nama Allah,
Aku hanyalah insan hina berlumur dosa yang seringkali tergelincir dari landasan iman. Aku perlukan teguran, nasihat & doa yang berpanjangan dari kalian.
Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.
Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.
Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.
Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.
Showing posts with label sajak. Show all posts
Showing posts with label sajak. Show all posts
Friday, March 15, 2013
For the sake of Allah.
Sometimes,
It's just only us that feel that ourselves were not attractive.
Like all of the attraction had been disposed by the veil that covered all of the body.
We felt that we are out of fashioned.
Not wearing any fancy trendy shawl.
Not following any latest stylish trend.
We are just a simple us.
With a dull face without any make up.
Enhanced by the presence of acnes, freckles & scars.
We still what we were in past several years back then.
We still in that hijab that we cut & sewed by ourselves.
We still in that black jubah that we bought from one of our sahibah.
We thought that we are invisible.
No one would care about what are we wearing.
Like we are in our own world which only exist Allah & us.
& also people who are loving Allah like us.
We thought that no one would watching us.
Cause we thought that we are not attractive at all.
& of course what we wear, we said & we did, were not to attract anybody.
Since it just for the sake of Allah only.
We are comfortable on what we did.
We are enjoy in what ever we went through.
In our way, according to His way.
---
But suddenly.
Lately.
There are people keeps asking.
About yourself.
Your background, such as schools, hometown, siblings.
Talk about many things such as your future plans.
& slowly the conversation going abroad over what you usually talk.
Now they asking about your status.
Is there anyone special in your life.
Is there any space in your heart, in your life,
That available for 'someone' to be filled in.
Ah.
While still in adaptation phase.
While still in adaptation phase.
This is so sudden.
But surely in Allah's view nothing comes fast, or comes late.
It just came at the right time, right place.
Or maybe all this time you were too busy on trying to be a good daughter to your Daddy.
Because on your behalf up until now,
You still & always want to be your Daddy's Little Girl. :)
But surely in Allah's view nothing comes fast, or comes late.
It just came at the right time, right place.
Or maybe all this time you were too busy on trying to be a good daughter to your Daddy.
Because on your behalf up until now,
You still & always want to be your Daddy's Little Girl. :)
You ask yourself. Pondering alone.
"I'm just no one. Not as special as what they thought. Besides this big hijab & this simple appearance. I'm just a modest me. Don't they think that their expectations were too high?"
You think like that again.
Since it bothering you too much.
& no answer could be found by yourself.
The boring & unattractive you straightly asked them, then.
"Why?"
Tell me. Truthfully.
InsyaAllah I'll understand things simply.
Then she replied;
"A person like you only can be found by someone that really deeply lost into Allah's love."
She smile.
"Your effort to pleased Allah make you special. He choose you because of the Deen inside you. If you lose your Deen, then you won't be that special anymore."
Of course, this was another test from Him.
---
Once again..
You thought, how come those beautiful words suit you well?
& at the end,
It won't bring any changes to you.
You still what you were, you wore, you said & what you did.
Cause all this while,
It's just for the sake of Allah.
Of course, this was another test from Him.
---
Once again..
You thought, how come those beautiful words suit you well?
& at the end,
It won't bring any changes to you.
You still what you were, you wore, you said & what you did.
Cause all this while,
It's just for the sake of Allah.
---
What we thought as small, in Allah's sight maybe is big.
What we thought as dull, in Allah's sight maybe is beauty.
What we thought as worthless, in Allah's sight maybe is priceless.
As what we said, we did, we wore.. only to pleased Him.
And to be with Him in His Jannah.
Allah will surely replied all of the du'a.
He will surely repaid all of the good deeds.
Lillahi ta'ala.
He came.
They asked.
Choose.
Choose for the sake of Him.
As what you choose is going to be as the part of your Deen.
----
It's not about beauty.
It's not about trendy.
It's not about wealthy.
It's not only about that.
Cause it's not only for Dunya.
But also for akhirah.
"Your beauty, your trendy style appearance, your wealthy cannot guaranteed you to enter His Jannah if they are lacking of Taqwa."
It's about Taqwa.
It's because of Allah.
---
Do everything for the sake of Allah.
Everything will be meaningless if it's done for the sake of human.
Dress to pleased Ar-Rahman.
Not to pleased any man.
Keep reminding yourself.
With Allah, you are priceless.
Without Allah, you are worthless.
So, dear...
Here's one simple question;
"Where's Allah in your life, in your heart?"
---
Wallahu a'lam.
~syauqahwardah1209~
150313
8.58
Jamadil Awal, 4
Serdang.
p/s: Now watching Wacana Perdana @ KelantanTV on USTREAM.
Labels:
catatan hati,
hikmah,
puisi,
sajak
Wednesday, January 4, 2012
Puisi: Wahai Muslimah.
Bismillahirrohmanirrohim..
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Saya ingin kongsikan bait-bait puisi karangan Akhi Afdholul Rahman, dengan izin penulis asal. Saya kira, sangat bermanfaat sebagai muhasabah wanita-wanita yang bergelar muslimah, insyaAllah...
Para muslimah penggegar ummah,
Tubuh kalian itu walaupun mungkin nampak lemah,
Tapi janganlah dikorbankan maruah,
Pada lelaki yang 'membeli' engkau dengan harga yang murah.
Yang melamarmu melalui facebook, emel dan sms,
Tidakkah kalian lihat mereka telah merendah-rendahkan nilai diri kalian?
Janganlah mudah tertarik dengan kebaikan yang terlindung,
Kalian belum benar-benar kenal yang terselindung,
Lelaki begini hanya melamarmu untuk ke neraka Allah,
Bukan ingin memimpinmu ke syurga.Wanita solehah adalah penggegar dunia,
Yang dengan solehahnya,
Membuatkan syurga rindu kepadanya,
Yang dengan peribadi mulia pada dia,
Seluruh dunia terselamat dari derita.Puteri-puteri Maryam dan Asiah,
Yang bakal menjejak langkah Fatimah dan Khadijah,
Kalian adalah yang tertinggi di sisi Allah,
Kiranya kalian tampil sebagai mukminah.
Tapi dirimu kalau tidak dipelihara syakhsiah,
Ramai bakal terjerat dalam medan fitnah.Wanita termahal di dunia,
Adalah wanita yang menjaga imannya,
Di saat yang lain merebut anugerah dunia,
Dia sibuk mengejar anugerah di syurga.Dunia tidak lengkap tanpa wanita,
Senyum indah mereka membangkitkan cinta,
Tiap bait kata mereka bak mutiara berharga,
Tetapi, siapakah wanita termahal di dunia?
Wanita termahal adalah yang akrab dengan Dia,
Sinarnya umpama sang suria,
Dunia bahagia dengan adanya mereka,
Dunia gelap tanpa mereka.Wanita yang membahagiakan dunia,
Adalah wanita yang tampil dengan imannya.
Menganjaklah wahai wanita menjadi seperti Nasibah bt Kaab,
Mujahidah perkasa yang tidak ada gentarnya,
Di mana Nabi berada di situ ada dia,
Daripada seorang tukang rawat hinggalah senjata pun turut diangkat,
Tangisnya bukan kerna hilang anak dan suami di medan laga,
Tetapi kerna sudah tidak ada wakil yang ingin dihantarnya ke syurga.
Bahagia bukan bila dirinya ceria,
Tetapi bila wanita seperti dia ada sumbangan untuk ummahnya.
Jangan bunuh masa depan akhiratmu dengan dosa dan maksiat.
Isilah masa sekarang dengan iman untuk masa depan yang penuh kebahagiaan.Mudah-mudahan menjadilah kalian, muslimah harapan, yang dibanggakan kekasih Tuhan.
Wallahu 'alam..
Labels:
muhasabah diri,
puisi,
sajak,
sirah,
tazkirah,
tokoh islam
Sunday, October 30, 2011
Ujian Itu Tarbiyah Tuhan.
Berhajat mencapai yang mulia lagi tinggi,
tetapi wujud cabaran menghalangi,
diri rasa teruji dan tidak mampu,
kadang rasa lemah dengan merajuknya hati.
Tetapi cabaran itu juga daripada Tuhan,
yang selama ini menghidupkan dan memberi rezeki,
maka tidakkah kita percaya kepada Sang Bijaksana,
bahawa di balik cabaran ada hikmahNya yang tersendiri?
Kita mengeluh dan merungut,
tetapi kadangkala kita terlupa menggerakkan diri,
apakah mungkin kejayaan datang bertandang,
tanpa kesusahan membersihkan hati?
Cabaran itu juga daripada Tuhan,
maka apakah yang tidak baiknya buat insani?
Melatih agar manusia itu menjadi cekal,
agar muncul mulia dalam peribadi.
Kadang susah biar kita bijak bersyukur,
kerana manusia itu sering melupai,
kadang sakit biar kita beringat,
kerana manusia itu sering meninggi diri,
kadang dosa itu biar kita sedar,
kerana manusia itu sering bongkak dalam kalbunya nanti.
Cabaran itu juga daripada Tuhan,
tidakkah kita memerhatikannya dengan mata hati?
~Hilal Asyraf~
0653
301011
Irbid,
Jordan.
Kitab Usaha.
tetapi wujud cabaran menghalangi,
diri rasa teruji dan tidak mampu,
kadang rasa lemah dengan merajuknya hati.
Tetapi cabaran itu juga daripada Tuhan,
yang selama ini menghidupkan dan memberi rezeki,
maka tidakkah kita percaya kepada Sang Bijaksana,
bahawa di balik cabaran ada hikmahNya yang tersendiri?
Kita mengeluh dan merungut,
tetapi kadangkala kita terlupa menggerakkan diri,
apakah mungkin kejayaan datang bertandang,
tanpa kesusahan membersihkan hati?
Cabaran itu juga daripada Tuhan,
maka apakah yang tidak baiknya buat insani?
Melatih agar manusia itu menjadi cekal,
agar muncul mulia dalam peribadi.
Kadang susah biar kita bijak bersyukur,
kerana manusia itu sering melupai,
kadang sakit biar kita beringat,
kerana manusia itu sering meninggi diri,
kadang dosa itu biar kita sedar,
kerana manusia itu sering bongkak dalam kalbunya nanti.
Cabaran itu juga daripada Tuhan,
tidakkah kita memerhatikannya dengan mata hati?
~Hilal Asyraf~
0653
301011
Irbid,
Jordan.
Kitab Usaha.
Friday, July 1, 2011
Lembaran Hidup Wanita Solehah.
Mampukah aku ya Allah...
Mampukah aku menjadi seperti Khadijah,
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Harta diperjuangkan ke jalan Allah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama..
Dapatkah ku didik jiwa seperti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijaksana,
Pendorong tatkala kesusahan & penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan,
Lantaran keikhlasan yang sentiasa bersarang..
Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat dengan ayahandanya yang sentiasa berjuang,
Tiada sebarang harta dunia,
Layaklah dia penghulu wanita syurga..
Ketika aku marah,
Ingin kuintip serpihan sabar,
Dari catatan hidup Siti Sarah,
Mampukah aku menjadi wanita solehah seperti mereka?
Mati dalam keunggulan iman,
Bersinar indah, harum tersebar,
Bagaikan wanginya pusara Masyitah.
Agung cintanya pada Allah dan Rasulullah,
Harta diperjuangkan ke jalan Allah,
Penawar hati kekasih Allah,
Susah dan senang rela bersama..
Dapatkah ku didik jiwa seperti Aishah?
Isteri Rasulullah yang bijaksana,
Pendorong tatkala kesusahan & penderitaan,
Tiada sukar untuk dilaksanakan,
Lantaran keikhlasan yang sentiasa bersarang..
Mengalir air mataku,
Melihat pengorbanan puteri solehah Fatimah,
Akur dalam setiap perintah,
Taat dengan ayahandanya yang sentiasa berjuang,
Tiada sebarang harta dunia,
Layaklah dia penghulu wanita syurga..
Ketika aku marah,
Ingin kuintip serpihan sabar,
Dari catatan hidup Siti Sarah,
Mampukah aku menjadi wanita solehah seperti mereka?
Mati dalam keunggulan iman,
Bersinar indah, harum tersebar,
Bagaikan wanginya pusara Masyitah.
Mampukah aku ya Allah..
Untuk menyusuri jalan para pencintaMu ini..?
ya Allah..
Izinkanlah aku bertemu & berkumpul dengan mereka dalam jannahMu..
Labels:
sajak
Monday, February 28, 2011
Sajak Cinta Buatmu Bakal Kekasih.
Dengan Nama Allah,
Ku mulakan kalam cinta ini..
Sekiranya,
Kita cinta kepada manusia,
tidaklah semestinya manusia juga cinta kepada kita.
Tetapi sekiranya,
Kita cinta kepada Allah,
nescaya cinta Allah tiada penghujungnya...
Sekiranya,
Kita cinta kepada manusia,
Kita akan cemburu kepada orang yang mencintai dia yang kita cintai.
Tetapi sekiranya,
Kita cinta kepada Allah,
Nescaya,
Kita akan turut mencintai orang yang melabuhkan cinta & jiwanya kepada Allah juga...
Subhanallah!
Begitulah indahnya cinta Hakiki,
Cinta yang membuahkan bahagia berpanjangan..
Keindahan & keharuman sepanjang jalan..
Ya Allah,
Andainya dia adalah jodoh,
Yang ditetapkan olehMu untukku,
Maka,
Campakkanlah ke dalam hatiku,
Cinta kepadanya adalah kerana cintaku kepadaMu,
Dan campakkanlah ke dalam hatinya,
Cinta kepadaku yang juga bersandarkan hanya keranaMu.
Namun,
Andainya dia bukanlah jodoh,
Yang ditetapkan olehMu untukku,
Maka,
Berikanlah aku kekuatan padaku untuk pasrah,
Dalam mengharungi ujian yang Kau berikan kepadaku..
Sesungguhnya Allah..
Ku harapkan cinta sesama insan ini,
Bersandarkan kepada tautan redha & kasihMu ya Tuhan...
Kerna apalah adanya pada cinta yang bertaut tanpa redhaMu.
Kaku, kosong, hambar & lesu seiring pudarnya rasa cinta palsu.
Cinta yang penuh beralasan..
Bahkan cinta yang bersatu kerana ada diriMu,
sebagai pengantaranya,
Itulah sebaik-baik pilihan,
Kerana Engkaulah sebaik-baik tempat bersandar,
Tempat memohon pertolongan,
Dalam meniti titian yang rapuh,
& penuh beronak duri ini.
Tanpa iman, takwa & mahabatullah,
Akan tersungkurlah cinta itu..
Sebelum sempat dipersembahkan kepadaMu..
Sesungguhnya ku harapkan cinta yang halal ini.
Semata-mata kerana ingin menyempurnakan keimanan & ketakwaan.
Juga ku harapkan cinta yang berkah ini..
Untukku bawa dalam perjalanan menemuiMu wahai Tuhan..
Namun,
siapalah aku untuk menafsir ketentuan..
Sedangkan aku beriman padaMu,
& sangat yakin..
KetentuanMu adalah yang terbaik..
Daripada suratun-Nur, surah ke 24, ayat ke 26: Dan Maksud firmanMu ya Allah;"Perempuan-perempuan yang keji [penzina] untuk lelaki-lelaki yang keji [penzina], & lelaki-lelaki yang keji [penzina] untuk perempuan-perempuan yang keji (pula),Sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk lelaki-lelaki yang baik, & lelaki-lelaki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduh orang. Mereka memperolehi ampunan Allah & rezeki yang mulia [yakni syurga]."
Izinkanlah aku ya Allah..
Untuk menjadi pencintaMu yang solehah...
& memperolehi cintaMu..
& bertemuMu & rasulullah SAW..
Dalam raudhah jannahMu yang indah itu..
Untuk menjadi pencintaMu yang solehah...
& memperolehi cintaMu..
& bertemuMu & rasulullah SAW..
Dalam raudhah jannahMu yang indah itu..
Mudah-mudahan Allah meredhai..
Allahu 'alam...
Notakaki
* Mengambil inspirasi karya asal tulisan Aminah Qutb, adik perempuan as-syahid Syed Qutb yang syahid di tali gantung kerana ketajaman penanya. Terdapat beberapa rangkap yang diubah & ditambah oleh penulis.
Tuesday, February 15, 2011
PUISI: Wahai Rasulullah..
Wahai Rasulullah,
Tika ini, jika engkau hadir bertamu,
Mungkin mengalir deras airmatamu,
Dek kesayuan mengenang umatmu,
Terlalu jauh dari Allah dan risalahmu,
Wahai Rasulullah,
Nafsu kini menjadi tuhan,
Harta dan pangkat menjadi sembahan,
Melalaikan segala arahan & janji ketuhanan,
Ibadah dirasa berat tidak tertahan,
Al Quran bukan lagi panduan kehidupan.
Wahai Rasulullah,
Kedamaian rumahtangga semakin hancur,
Sikap curang semakin subur,
Peranan ibubapa kian gugur,
Ketaatan anak-anak turut melebur,
‘Barah' di dalam keluarga menjadi parah,
Akibat solat yang tiada berarah,
Amat jauhlah keikhlasan ibadah
Wahai Rasulullah,
Kami tidak mahu lupai jasa & kesukaranmu,
Namun ramai mendustakan ajaranmu,
Harta kini lebih dicintai dari cintamu,
Cinta Allah & Rasul menjadi lafaz kaku,
Seperti khayalan yang nyata palsu,
Wahai Rasulullah,
Dosa kami ibarat lautan tidak berpenghujung,
Namun dirasa umpama lalat di hujung hidung,
Hinggapnya hanya sebentar,
Bila ditepis ia tidak lagi berkunjung...
Taubat kami kurang kekesalan,
Tiada penghayatan, tiada keinsafan
Hati kian berkarat, dipenuhi dosa tanpa Nur Tuhan,
Anehnya, kami masih merasa layak ke syurga idaman,
Wahai Rasulullah,
Aurat wanita tercemar kian,
Berbangga ditayang & dihias berlebihan,
Ditagih penghargaan dan kalam pujian,
Tidak dipeduli murka Tuhan,
Bapa & suami dayus suatu kebiasaan,
Cuaikan amanah ketua keluarga lantikan tuhan,
Wahai Rasulullah,
Bersamamu, kami merindui kehidupan,
Namun adakah diri ini punyai kelayakan,
Dibanding sahabat, tabien & solihin yang beriman,
Dimanakah tempat kami di sisi insan kesayangan Tuhan,
Dipohon syafaatmu duhai kekasih pilihan,
Wahai Rasulullah,
Belas Allah kami harapkan,
Moga , tatkala menjelang kematian,
Jiwa yang sejahtera dapat kami hamparkan.
Zaharuddin Abd Rahman
www.zaharuddin.net
Leicester, UK
31 Ogos 2010
*sumber: UZAR
Labels:
sajak
Tuesday, January 12, 2010
Puisi buat Serikandi Tuhan :)
"Demi Allah, tidak beriman seseorang sehingga dia mencintai saudaranya
sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."
[Nabi Muhammad SAW]
Salam warahmatullah... Entri khas buat sahabatku; Ummi Adibah.
Ini puisi dari umi.
syauqah wardah,
untukmu teristimewa.
dulu, disaat manusia lain tidak memandangku,
maka kau datang hulur kepercayaanmu.
dulu tika manusia galak mempertikaikanku,
kau datang menyokong pundakku.
dulu tika manusia menghina diriku,
kau datang mengelus airmataku.
dulu tika aku tersilap langkah,
kau kembali lagi memperbetulkan aku.
sayangku syauqah..
engkaulah ratu bidadariku..
inspirasiku mengorak langkah perjuangan..
Allah pasti menganjarkan yang terhebat buatmu ukhti.
sebagai manusia aku mencintaimu
kerna engkau adalah manusia kesayangan Tuhanku..
izin aku memeluk baumu dan bersendu dibahumu.
salam tasbih cinta dariku.
ummi adibah
Ini pula puisi dariku untuk umi.
Ummi Adibah,
hatiku terpagut sayu membaca puisimu,
dapatku rasakan kejujuran kasihmu di situ,
Bait kata-katamu cukup memalu senduku.
Ku berimu gelaran 'Serikandi Umarku'
kerna aku amat menyanjungi kecintaanmu kepada Tuhanmu.
Kali pertama ku menyapamu,
Hatiku rasa besar untuk mengenalimu,
Benar sangkaanku..
Kukuh benar semangat mujahidahmu.
Sesungguhnya, aku bangga denganmu.
Terima kasih atas sudimu menerimaku.
Serikandi Islam yang dikasihi Allah,
Hatiku sayu sekali..
saat kau kejatuhan,
Kesedihan,
Kebuntuan,
Aku masih di kejauhan,
tidak dapat berbuat apa-apa demimu,
Tiada bahu untuk dipinjam,
Agar dapat kau bersandar,
Tiada jemari untuk menyentuh,
Juga menyapu gugur air matamu.
Maafkan aku..
Hanya kiriman kata dapat ku berikan padamu.
Sebagai tanda ku kasih padamu.
Tapi ku yakin..
Tuhan pasti akan menjagamu selalu..
Antara ratusan pemburu hujahmu,
Mungkin,
Aku bukanlah sesiapa bagimu.
Tetapi ketahuilah sayangku..
Dalam sepiku, dalam jauhku,
Aku selalu memerhatikanmu..
Selalu merindukanmu,
selalu mendoakanmu..
Moga kau sentiasa setia dalam jalan yang kau pilih,
Jalan yang penuh beronak duri dan ranjau..
Teruskan berlari memburu cintaNya,
Dan dirimu akan selalu mendapat redhaNya.
Dengan izinNya,
Jika tiada jodoh kita untuk bertemu didunia,
Ku harap dapat bertemumu dalam syurgaNya..
Hanya kesyukuran dapat kupanjatkan padaNya,
kerana memberiku,
sahabat yang sehebatmu..
Demi Allah,
Ku menyayangimu demiNya..
syauqah wardah,
untukmu teristimewa.
dulu, disaat manusia lain tidak memandangku,
maka kau datang hulur kepercayaanmu.
dulu tika manusia galak mempertikaikanku,
kau datang menyokong pundakku.
dulu tika manusia menghina diriku,
kau datang mengelus airmataku.
dulu tika aku tersilap langkah,
kau kembali lagi memperbetulkan aku.
sayangku syauqah..
engkaulah ratu bidadariku..
inspirasiku mengorak langkah perjuangan..
Allah pasti menganjarkan yang terhebat buatmu ukhti.
sebagai manusia aku mencintaimu
kerna engkau adalah manusia kesayangan Tuhanku..
izin aku memeluk baumu dan bersendu dibahumu.
salam tasbih cinta dariku.
ummi adibah
Ini pula puisi dariku untuk umi.
Ummi Adibah,
hatiku terpagut sayu membaca puisimu,
dapatku rasakan kejujuran kasihmu di situ,
Bait kata-katamu cukup memalu senduku.
Ku berimu gelaran 'Serikandi Umarku'
kerna aku amat menyanjungi kecintaanmu kepada Tuhanmu.
Kali pertama ku menyapamu,
Hatiku rasa besar untuk mengenalimu,
Benar sangkaanku..
Kukuh benar semangat mujahidahmu.
Sesungguhnya, aku bangga denganmu.
Terima kasih atas sudimu menerimaku.
Serikandi Islam yang dikasihi Allah,
Hatiku sayu sekali..
saat kau kejatuhan,
Kesedihan,
Kebuntuan,
Aku masih di kejauhan,
tidak dapat berbuat apa-apa demimu,
Tiada bahu untuk dipinjam,
Agar dapat kau bersandar,
Tiada jemari untuk menyentuh,
Juga menyapu gugur air matamu.
Maafkan aku..
Hanya kiriman kata dapat ku berikan padamu.
Sebagai tanda ku kasih padamu.
Tapi ku yakin..
Tuhan pasti akan menjagamu selalu..
Antara ratusan pemburu hujahmu,
Mungkin,
Aku bukanlah sesiapa bagimu.
Tetapi ketahuilah sayangku..
Dalam sepiku, dalam jauhku,
Aku selalu memerhatikanmu..
Selalu merindukanmu,
selalu mendoakanmu..
Moga kau sentiasa setia dalam jalan yang kau pilih,
Jalan yang penuh beronak duri dan ranjau..
Teruskan berlari memburu cintaNya,
Dan dirimu akan selalu mendapat redhaNya.
Dengan izinNya,
Jika tiada jodoh kita untuk bertemu didunia,
Ku harap dapat bertemumu dalam syurgaNya..
Hanya kesyukuran dapat kupanjatkan padaNya,
kerana memberiku,
sahabat yang sehebatmu..
Demi Allah,
Ku menyayangimu demiNya..
Labels:
sajak
Saturday, September 12, 2009
SEINDAH MAWAR BERDURI

SEINDAH MAWAR BERDURI
Jadilah seperti mawar
Sentiasa indah dan mekar
Tanpa sedikit tercalar
Dek dugaan yang kian menjalar
Ayu mawar dilingkari duri
Menjadi pelindung diri
Menjaga perasaan sendiri
Bijak menghargai harga diri
Sungguh mawar indah berseri
Berhati-hati menjaga pekerti
Sungguh santun menjaga budi
Jalani hidup penuh lestari
Seri mawar sungguh indah
Biar duri berceranggah
Bersih suci seri wajah
Harum mewangi menjadi hadiah
Duhai mawar...
Ingatlah...
Dirimu kelak cabaran fitnah
Jika nanti silap langkah
Jalan hadapan pasti punah
Bagai mawar umpama diri
Selagi syariah pegangan hati
Kerna bukan saatnya lagi
Sungguh tabah menghitung hari
Jangan khianati mawar berduri
Jangan sekali lupakan diri
Agar mahal harga diri
Mahal dari dunia dan segala isi....
Sentiasa indah dan mekar
Tanpa sedikit tercalar
Dek dugaan yang kian menjalar
Ayu mawar dilingkari duri
Menjadi pelindung diri
Menjaga perasaan sendiri
Bijak menghargai harga diri
Sungguh mawar indah berseri
Berhati-hati menjaga pekerti
Sungguh santun menjaga budi
Jalani hidup penuh lestari
Seri mawar sungguh indah
Biar duri berceranggah
Bersih suci seri wajah
Harum mewangi menjadi hadiah
Duhai mawar...
Ingatlah...
Dirimu kelak cabaran fitnah
Jika nanti silap langkah
Jalan hadapan pasti punah
Bagai mawar umpama diri
Selagi syariah pegangan hati
Kerna bukan saatnya lagi
Sungguh tabah menghitung hari
Jangan khianati mawar berduri
Jangan sekali lupakan diri
Agar mahal harga diri
Mahal dari dunia dan segala isi....
........Sesungguhnya memang benar, hiasan dunia yang paling indah itu adalah wanita solehah... (Riwayat Bukhari & Muslim)..........
p/s: Selamat Hari Lahir yang ke-21, semoga dilindungi Allah bukan setakat jasad, tetapi hati, iman dan seluruhnya. Semoga dirahmati Allah, diterangkan hati dan fikiran serta terus diberi petunjuk olehNya.. Amin.. :)
p/s: Selamat Hari Lahir yang ke-21, semoga dilindungi Allah bukan setakat jasad, tetapi hati, iman dan seluruhnya. Semoga dirahmati Allah, diterangkan hati dan fikiran serta terus diberi petunjuk olehNya.. Amin.. :)
Labels:
sajak
Subscribe to:
Posts (Atom)





