Pencinta Yang Dimuliakan Allah. :)

TINTA PENULIS.

Dengan Nama Allah,

Aku hanyalah insan hina berlumur dosa yang seringkali tergelincir dari landasan iman. Aku perlukan teguran, nasihat & doa yang berpanjangan dari kalian.

Sesungguhnya aku menulis disini tujuan utamanya adalah untuk memperingatkan & menasihatkan diriku sendiri. Kala aku menulis, mungkin Allah tika itu meningkatkan keimananku. Maka, bila aku rasa lemah, aku akan kembali semula ke sini & membaca kembali catatan-catatanku; untuk aku baca, hadam & menghayati semula nasihat yang pernah aku tulis suatu masanya.

Ambillah mana yang baik & tinggalkanlah yang tidak bermanfaat. Semoga Allah Mengampuni semua dosa-dosa kita.. Amiin.

Monday, September 9, 2013

Solat khusyu' Penenang Jiwa.


Kalaulah bumi itu boleh bicara...
Mungkin tanah ini akan berkata...

"Aku merindui sujud hamba-hambaNya."

****



Bismillahi tawakaltu'alallah..
Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.
Selawat & salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad sollallhu 'alaihi wasallam..

Sebagai manusia yang lemah, hina & rapuh... pelbagai ujian, kepahitan, onak & duri yang kita tempuhi di atas dunia ini kadang membuatkan kita semakin tertekan, rasa letih & tercari-cari tempat sandaran untuk melepaskan lelah. 

Adapun... sebagai manusia yang beriman bahawa Allah itu Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Mengasihani.. mustahil Allah hendak menzalimi kita melebihi apa yang kita mampu tanggung. 

Hakikatnya, kepahitan demi kepahitan yang dirasakan di dalam hidup ini adalah semuanya baik. Semuanya baik belaka.

Sebab... ia dari Allah.. bukan?
Mustahil apa yang datang daripada Allah itu tidak baik. 

Manusia mencari keajaiban sepanjang perjalanan permusafirannya, mencari kalau-kalau ada eleksir atau posyen ajaib yang boleh mencantumkan diri yang pernah retak bahkan pernah berkecai juga merawatkan luka yang pernah berdarah bahkan membusuk menjadi nanah.

Allah menimpakan ujian. Bahkan Allah jua telah pun memberikan solusinya dengan jelas di dalam kitab cintaNya.

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar & solat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." [al-Baqarah (2) : 153]

Sabar.
Solat.

Maka, mari semak bagaimana solat kita..

Jika kita rasa sugul, semak kepala, stress, murung, sedih sewaktu mendatangi Allah melalui solat... apakah kita kemudiannya beroleh ketenangan setelah mendirikan solat kita itu..?

Mari, kita hayati firman Allah swt ini,
"Iaitu orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tenteram dengan mengingati Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram." [ar-Ra'd (13) : 28]

Hati menjadi tenteram.
Hati...

HATI : tempat berlabuhnya rasa khusyu'.

Ya..
Sebelum menghadapkan wajah yang penuh hina ini kepada Allah, seperti yang disuarakan dalam bacaan iftitah, apakah hati kita turut hadir dengan rasa penuh kehinaan kepadaNya..?

Persiapan khusyu' itu ada 3;
1) Sebelum solat
2) Semasa solat
3) Selepas solat

Firman Allah swt;
"Sungguh, manusia itu diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan dia akan berkeluh kesah, & apabila mendapat kebaikan (harta) dia menjadi kedekut. KECUALI ORANG-ORANG YANG MELAKSANAKAN SOLAT, MEREKA YANG TETAP SETIA MELAKSANAKAN SOLAT, & orang-orang yang dalam harta yang disiapkan bahagian tertentu untuk orang miskin yang meminta & tidak meminta, & orang-orang yang mempercayai hari pembalasan, & orang-orang yang takut tehadap azab Tuhannya, sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seorang yang merasa aman (dari datangnya) & orang-orang yang memelihara kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks & lesbian), mereka itulah orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat & janjinya, & orang-orang yang berpegang teguh kepada kesaksiannya, & ORANG-ORANG YANG MEMELIHARA SOLATNYA. Mereka itu dimuliakan di dalam syurga." [al-Ma'arij (70) : 19-35)

Memang kita ini manusia yang dilengkapi dengan sifat yang suka berkeluh kesah, merungut & suka mengeluh. Apabila kita diuji, kita membalas Allah dengan rasa yang sungguh marah sekali. Seolah-olah ujian-ujian yang Allah timpakan itu tiada penawar baginya. 

Bila Allah memberi kita nikmat, kita suka menjadi penghalang kepada nikmat orang lain. Kedekut, kurang bersedekah, hendak makan harta yang Allah pinjamkan itu seorang diri & kroni-kroni sahaja hingga terlupa di dalam nikmat yang Allah berikan kepada kita itu punya hak bagi hambaNya yang lain.

Antara lain masalah kita ialah…. kita terlalu mudah terpesona dengan makhluk.

Bila lihat orang yang sopan santun, berakhlak mulia, lemah lembut, cantik, manis, kacak, rajin berjalan kaki ke masjid menunggu waktu solat berjemaah...
MasyaAllah.... mudahnya kita melting....

MasyaAllah... solehnya dia... rajin solat...
MasyaAllah... solehahnya dia... selalu jadi imamah solat...
MasyaAllah... bagusnya dia... bacaan solatnya lunak & sempurna..

Saudara-saudariku...
Mengapa ya...


Mengapa kita tidak/jarang sekali terpesona dengan Allah yang menciptakan kita, menciptakan dia yang kita puji-puji itu...  
Kenapa tidak kita terpesona, tidak kita terjatuh hati... tidak kita melting dengan Dia yang kita sembah sewaktu solat?

Mengapa tidak kita terpesona & melting dengan Allah Yang Maha Sempurna itu…?

***

Sesungguhnya, terdapat 3 sifat yang dapat menumbuhkan rasa khusyu' di dalam solat.
1) Rasa ingin dekat dengan Allah.
2) Tinggi perasaan takut & harap kepada Allah.
3) Kemampuan melihat keagungan & kesempurnaan Allah.

Sebelum kita bertemu Allah melalui solat, Allah telah melihat pun diri kita. 

Dengan wajah yang bagaimana kita datang bertemu denganNya.
Dengan hati yang bagaimana kita datang menghadapNya. 
Dengan perasaan yang bagaimana kita menghampiriNya.

Mari saudara-saudariku,
kita bertanya kepada diri sendiri... 
'Apakah benar pernah terlintas di dalam hati ini hendak bertemu dengan Allah...?'

Tanya.
Hati itu takkan mampu menipu…

:’(
Ya Allah… ampuni kami..

Kita sebenarnya sudah rasa terlalu aman dengan makhluk, dunia, harta benda sedangkan kita sendiri tidak pasti apakah Allah telah meredhai kita ataupun tidak..

Bila kita punya masalah... siapa dulu yang kita cari..?
Telefon girlfriend?
Telefon boyfriend?
Texting sahabat-sahabiah rapat?
Call ayah ibu..?

Tanpa sedar... kita mencari makhluk dahulu. Sedangkan Allah memanggil kita 5 kali di dalam sehari, untuk memberi peluang kita bertemu denganNya, mengadu keluh kesah, menangis, memohon doa, mengharapkan belas kasihan & pertolongan daripadaNya..

Mengapa tidak kita menikmati luahan hati antara kita dengan Allah... Dia sudah tahu apa yang ada di langit, di bumi & apa yang ada di antaranya.. apatah lagi sekadar apa yang terbuku di dalam hati kita. Allah tahu... tetapi Dia masih mendengar tatkala kita meluahkan segalanya kepada Dia...

Subhanallah... hebatnya Allah.. Baiknya Allah..

Jika selama ini kita mencari kekuatan daripada Allah, Takkan ada rasa hilang arah dalam hidup kita. Sebab apa? Sebab kita ada Allah.

Kalaulah kita tahu, ramai saudara-saudari kita di alam barzakh sana mahu dikembalikan ke dunia untuk kembali menunaikan solat. Kita pula Allah masih beri peluang & ruang untuk memperbaiki solat, mendirikan solat dengan kehadiran hati & jasad.

Untungnya kita kan…. Allah masih kasihan dengan kita, beri peluang untuk kita membasuh diri yang berlumur dosa maksiat & jahiliyah.

Selalulah bisikkan di dalam hati kita...
"Inilah kebahagiaan yang hakiki... bahagia saat bertemu dengan Allah..."

Siapa yang ingin bertemu dengan Allah, Allah lebih-lebih lagi ingin bertemu dengan dia.
Siapa yang benci bertemu dengan Allah, Allah lebih-lebih lagi tidak mahu bertemu dengannya.

Jika di dunia lagi kita selalu bertangguh-tangguh, selalu berkira bila hendak bertemu dengan Allah.... macam mana agaknya di akhirat nanti... bila Allah juga bertangguh-tangguh, Allah juga berkira untuk bertemu dengan kita?

Pernah kita bertanya diri...
Macam mana kalau Allah tak mahu jumpa kita di akhirat nanti...?

***

Memang asyik kehidupan dunia..

Ada suami yang sayang kita.
Ada anak yang menjadi penyejuk mata kita.
Ada kawan-kawan yang selalu disamping kita.

Tetapi kasih, sayang & cinta ini bukanlah bandingan buat cinta, kasih & sayang Allah. Semua yang kita miliki hari ini adalah milik Allah yang bila-bila masa Dia boleh mengambilnya kembali. Oleh itu, tanamlah perasaan inginkan mencintai & dicintai oleh Allah...

Para asatizah selalu berpesan bahawa hidup boleh hilang manis & barokahnya jika kita sering melewat-lewatkan solat, apatah lagi apabila kita meninggalkan solat.. 
Apa yang tinggal di dalam hidup ini?

Ibnu Katsir pernah menggambarkan gambaran hari akhirat. Waktu itu, semua makhluk akan dibangkitkan & dikumpulkan semuanya di Padang Mahsyar.

Golongan pertama ialah manusia. Semua manusia akan berkumpul, kemudian dikelilingi oleh lapisan kedua golongan jin, kemudian dikelilingi lapisan ketiga iaitu malaikat yang menjaga setiap lapisan langit. Tiba-tiba kedengaran bunyi yang sangat kuat, semua makhluk tertanya-tanya… apakah itu Allah?

Rupanya turun malaikat penjaga Arasy yang turun. Lalu malaikat itupun bertanya kepada kumpulan makhluk yang telahpun berkumpul ini tadi.

"Mahukah kamu aku tunjukkan makhluk yang Allah angkat maqamnya ke tempat yang terpuji...?"

Semua makhluk ini tertanya sendiri…. Siapakah makhluk yang Allah angkat maqamnya ke tempat yang terpuji itu?

Firman Allah swt:
"Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (mereka tidak tidur pada waktu kebiasaan semua orang tidur, untuk Qiamulail), mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut & penuh harap & mereka menginfakkan sebahagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka." [as-Sajdah (32) : 16] 
Kemudian Allah berfirman lagi;
"Maka tidak seorang pun mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka iaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyenangkan hati sebagai balasan terhadap apa yang mereka kerjakan." [as-Sajdah : 17]

Di saat orang lain lena tidur... golongan ini bangun meninggalkan tilam empuk, membuang selimut panas... bangun, bangun mengangkat wudhu' dengan air yang dingin. Demi siapa? Demi Allah...

Waktu inilah mereka datang melucutkan pakaian dunia, menghadapkan wajah penuh hina dengan hati yang rindu, harap dan takut kepada Allah. Rindu berbicara hati dengan Allah. Takut dengan azab Allah bagi maksiat yang dilakukan kala sendirian. Mengharapkan ampunan & rahmat daripada Allah melebihi segala-galanya yang ada di dunia ini...

Mengharap hanya kepada Allah.
Takut hanya kepada Allah.

Jangan meletakkan sewenangnya kepada manusia... kita hanya memberi peluang untuk menzalimi diri sendiri. 
Sangat berbeza apabila kita menyandarkan harapan hanya kepada Allah...

Mari ambil momen ini..
Kita beriman sejenak.
Mari kita bermuhasabah diri.

Kepada siapa selama ini kita menyandarkan diri…?

***

4 rukun khusyu' digariskan (M.A.T.A)
1) Muraqobah (rasa Allah selalu memerhatikan)
2) al-Mahabah (rasa kasih, sayang & cinta Allah)
3) Takzim (mengagungkan Allah)
4) al-Tadharru' (rasa hina diri di hadapan Allah)

Allah berfirman dalam surah Toha (20) ayat 14;
"Sungguh Aku ini Allah, tiada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku & laksanakanlah solat untuk mengingati Aku."

Subhanallah.. Jelas sungguh peringatan ini.
Apa yang mahu diperkatakan lagi.

Bicara tentang khusyu’… Ada satu kisah hendak dikongsikan di sini.

Seorang pemuda bermusafir, lalu berjumpa sebuah masjid. Dia mendirikan solatnya di situ. Hari itu, dia merasakan sungguh khusyu' di dalam solatnya. Dia sungguh menikmati ibadah solatnya. Maka, keesokan harinya dia kembali semula ke masjid itu untuk menunaikan solat supaya tetap merasakan khusyu'. Namun, kali ini tidak merasa khusyu' di dalam solatnya.

Kemudian dia tersedar akan sesuatu..

Sungguh... jika kamu mencari khusyu', kamu tidak akan menjumpainya.
Sungguh... jika kamu mencari Allah... kamu akan menemuinya.. 

Lalu... selama ini.... Siapa yang kita cari.. siapa yang kita ingin bertemu...?

Allah.
Allahu ghoyatuna.

Maka, apakah tanda solat kita itu khusyu'?

Terdapat 5 tanda khusyu' solat:

1) Tenang pada hati & fikiran - boleh menyingkap hikmah hidup dengan bijaksana. Bila diberi nikmat akan bersyukur, bila ditimpa musibah akan bersabar.
2) Merendah diri di dalam kehidupan - memperbaiki akhlak menjadi akhlak yang mulia.
3) Selalu memuji Allah - Apabila hati merindu, apabila hati mencinta, akan selalu teringat, bila teringat, mulut akan selalu menyebut.. apa-apa hal ingat Allah, apa-apa nikmat puji Allah.
4) Gementar apabila diperlihatkan kebesaran Allah - Apabila melihat kebesaran dunia, akan teringat betapa Allah Maha Besar. 
5) Lembut hati - hati mudah terusik sekadar bila diperingatkan tentang Allah, teringat tentang dosa, rasa takut kepada Allah, mata akan berair, hati akan sebak.


MasyaAllah....
Hebatnya manusia yang terlahir daripada solat yang khusyu'. 

Benarlah firman Allah... "sesungguhnya solat itu mencegah diri daripada perbuatan keji & mungkar."

Solat yang beerti ialah kita mampu menjadi lebih baik di dalam kehidupan sehari-hari. Kita takkan dilalaikan dengan limpahan nikmat. Kita takkan lemah dengan limpahan ujian. Sebab apa?

Sebab kita mengingati Allah setiap detik. Sebab kita rasa Allah selalu memerhati. Kita tahu Allah sedang menilai kehidupan kita..

Kadangkala, kita rasa tidak tenang bila bersandar dengan Allah... Kenapa ya..? 
Jawapannya… Hal ini adalah kerana kurang tawakal & yakin kepada Allah.

Tiada yang kurang Allah beri di dalam kehidupan ini.. Yang kurangnya ialah rasa yakin & tawakal kita kepadaNya..

Ramai orang tercari-cari ketenangan.

Mereka mencarinya melalui pergi ke tempat-tempat tertentu yang dirasakan boleh menenangkan hati. Atau mereka mencarinya melalui pelbagai cara memuaskan nafsu sendiri. 

Malangnya mengapa ketenangan itu hanya sebentar?

Tenang itu bukan terletak pada hidup tetapi terletak pada hati yang hidup Allah di dalamnya. Sekali lagi… pada sekeping HATI itulah tempat berlabuhnya ketenangan…

Subhanallah.

Pelihara diri kita daripada menjadi 5 golongan yang terhalang daripada menikmati khusyu' di dalam solatnya; iaitu:
1) Sombong
2) Hati batu
3) Putus asa
4) Lalai
5) Tergesa-gesa

Semoga Allah memelihara kita dari perbuatan maksiat yang keji & mungkar kerana berjayalah orang yang membersihkan hatinya, bilamana hati yang bersih mampu meningkatkan keinginan untuk bertemu Allah. Iaitulah dengan mendirikan solat dengan menghadirkan seluruh jiwa sewaktu menunaikannya.

Sekadar ini dahulu catatan kali ini. Perkongsian ini adalah dari point yang sempat saya note down semasa perkongsian Ustazah Norhafizah Musa sewaktu Konvensyen Bidadari 2013 tempohari. Moga bermanfaat, insyaAllah.

Waktu mendengar tazkirah ustazah... banyak yang membuatkan hati ini tersentuh & tersentap.. mari sama-sama kita perbetulkan diri & menjadi hambaNya yang lebih baik lagi..

Saya menulis ini untuk nasihat, teguran & peringatan buat diri ini terutamanya. Moga Allah ampunkan dosa-dosa penulis blog ini, memberi rahmat & memberikan Hidayah Taufik kepadanya. Amiin.

Allahu 'alam.


08092013
07.56am

---------
Notahati:
The blind cannot lead the way. We must equip ourselves with a true knowledge about Islam since only those who are energized can energize the others. 

Tuesday, August 27, 2013

Hadapi Ujian Itu & Senyumlah.



Allah.... apabila aku dibangkitkan lagi pagi ini.
Dan apabila aku menyedari bahawa aku bukan lagi ada di syurgaMu..

Tahulah aku bahawa tugasku belum selesai..


***


27/8/2013
3.34 petang.



Bismillah,

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang..
Selawat & salam buat junjungan mulia, Nabi Muhammad sollallahu 'alaihi wasallam..

Alhamdulillah, waktu menulis entri ini... saya baru recover dari demam selesema yang agak berat malam tadi. 

Alhamdulillah, Allah tahu saya lemah, maka Dia hanya menguji sedikit. Subhanallah, baiknya Allah... moga Allah ampunkan dosa-dosa saya. Amiin.



***


Stress & masalah hidup memang tak dapat dipisahkan. Setiap orang diuji. Ya, tentunya setiap dari kita diuji dengan pelbagai jenis ujian. Bukan saja ujian kewangan, bahkan ujian di tempat kerja, ujian persahabatan dengan teman-teman, ujian melunaskan hutang, ujian menghabiskan pengajian, ujian menyiapkan thesis, ujian mempersiapkan diri hendak berkahwin, ujian berpoligami...

Wah... macam-macam...

Serta yang paling berat... ujian dalam menghadapi ujian... bagaimana akhlak kita sewaktu menangani musibah itu. Allah hendak tengok macam mana kita menghadapi ujian yang ditimpakanNya ke atas kita. Bahkan... itulah jua motif Allah menguji kita.

Firman Allah;

"Sesungguhnya Aku jadikan apa yang di muka bumi sebagai perhiasannya, supaya Kami uji manakah di antara mereka yang lebih amalannya." [Al-Kahfi: 7]

Allah berfirman lagi.

"Dan Kami pasti akan Menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa & buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar, iaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "inna lillahi wa inna 'ilaihi roji'un" (sesungguhnya kami milik Allah & kepadaNya-lah kami kembali.) Mereka itulah yang memperolehi ampunan & rahmat dari Tuhannya & mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." [surah al-Baqarah (2) : 155-157]


***





Stress, masalah & ujian. Memang rencah dalam kehidupan duniawi. Dikaitkan pula dengan soal rezeki, jodoh, pertemuan, hidup & mati.

Jika kita selidiki orang yang hatta kaya melimpah ruah, pun ada ujian yang dia hadapi. Mana kita tahu disebalik kekayaannya, dia juga stress menangani personal problem dalam kalangan ahli keluarganya yang mungkin terjebak dengan kes dadah, runtuh akhlak & sebagainya.

Apabila hati tidak tenang & bahagia.... walau tidur berbantal & berselimutkan duit, intan & permata pun tidak dapat memberi apa-apa makna..

Sebab itu... berhentilah membandingkan diri kita dengan orang lain. Barangkali sebab kita terlalu kurang bersyukur, kita tidak sedar bahawa ramai orang lain yang berdoa hendak menjadi beruntung & bahagia seperti kita...

Apabila mata kita terlalu banyak memandang & menilai orang lain... kita akan terlupa hendak memandang & mensyukuri nikmat yang Allah beri kepada kita.

Memberi rezeki adalah Hak Allah yang eksklusif. Seperti Hidayah Taufik, Dia juga Berhak beri rezeki kepada sesiapa juga yang Dia kehendaki. Tetapi hak untuk mensyukuri rezeki kurniaan Ilahi adalah kewajipan kita. Kita terlalu sibuk mempersoalkan kerja Allah dalam mengagihkan rezeki kepada kita, sedangkan kita sendiri lalai dalam menunaikan begitu banyak hak-hakNya... 

Astaghfirullah..


"Dan tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya Dijamin Allah rezekinya. Dia Mengetahui tempat kediaman (dunia) & tempat penyimpanannya (akhirat). Semua tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz)" [surah Hud (11) : 6]


***


Allah Menguji kita berdasarkan apa yang kita mampu. Selalu bersyukur atas sifat Maha Mengasihani Allah ke atas kita, hambaNya yang lemah ini. Allah itu Maha Berkuasa, mampu diletakkan apa sahaja jika Dia Mahu, tetapi Dia hanya Menguji kita atas apa yang kita terdaya sahaja. Subhanallah, Pengasihnya Allah ke atas kita...

Sepahit mana ujian yang ditempuh, segelap mana jalan ujian yang diharungi, insyaAllah, percayalah.... ada sebab untuk kita terus tersenyum..

Tahu apa dia?

Bersyukur kerana Allah yang mengaturkan hidup kita.

Pernah tak kita bayangkan jika kita sendiri yang mengaturkan jalan hidup kita? Apa yang hendak direncanakan selepas ini, what's the next plan, next, next, & next... Tapi kita tidak.... Allah yang Menentukan segalanya untuk kita. Siap, sempurna & lengkap sejak daripada kita mula hidup menjengah dunia sehinggalah jasad dipalingkan menghadap tanah di dalam liang lahad. 

Subhanallah. Betapa cantik & tersusunnya takdir yang disusun Allah ke atas kita semua hambaNya. Dia lebih kenal diri kita berbanding kita mengenali diri kita sendiri.. 

Kita beruntung... ada Allah yang Maha Bijaksana, Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang yang bantu atur & susun hidup setiap daripada kita. Bayangkanlah jika kita yang limited knowledge, selfish, emosional, jahil, tamak & terburu-buru ini yang mengatur sendiri jalan takdir hidup kita... masyaAllah... entahlah macam mana haru biru, kacau bilau agaknya dunia ini.. 

Subhanallah.. La takilna ila anfusina torfata 'ain wala aqolla min zalika ya ni'mal mujib..

Maha Suci Allah... janganlah Engkau biarkan nasib kami ditentukan oleh kami sendiri walau dalam kadar hanya sekelip mata atau kadar yang lebih mudah & cepat, wahai Tuhan yang memperkenankan doa.. 

***


Saya pernah berkali-kali... apabila bangkit daripada tidur, rasa takut sangat apabila memikirkan kehidupan yang bakal ditempuh. Apa yang bakal dijalani di masa depan. Bagaimana saya nak hadapinya. Macam-macam bermain dalam benak. Terutamanya apabila ada insan yang senang benar meletakkan certain expectation which is really high to be fulfilled ke atas bahu jemala hamba yang hina ini.

Tetapi lagi sekali... syukur pada Allah... bila Dia Menguji kita.. Dia juga memberi solusinya.

Allah tidak pernah memberatkan kita untuk menyelesaikan ujian yang diberi dalam kadar yang kita tak mampu. Seperti filem 'Saw' yang ngeri itu, kita diminta menyelesaikan satu misi ngeri yang perlu dilaksanakan dalam masa tertentu. Jika kita gagal, kita akan kehilangan sesuatu yang kita sayang. Contohnya, kita diugut bahawa isteri kita akan dibakar jika kita tidak merobek tubuh kita dengan mata kail yang tajam & besar.

Astaghfirullah.

Berapa sangatlah musibah yang Allah timpakan berbanding banyak sungguh nikmat dilimpahkan yang tidak mampu hendak didustakan.. Subhanallah.

Bila Allah Menguji kita...

Allah cuma meminta kita bersabar.
Allah cuma meminta kita solat.


"Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar & solat. Dan solat itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk, iaitu orang-orang yang yakin bahawa mereka akan menemui Tuhannya & bahawa mereka akan kembali kepadaNya." [surah al-Baqarah (2) : 45-46]



"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar & solat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." [surah al-Baqarah (2) : 153]


Alhamdulillah.
Beruntungnya kita... ada Allah.. sandaran yang paling ampuh untuk bersandar bila kita sedih, bila kita letih, bila kita takut, bila kita bimbang... Allah selalu saja ada.

Alhamdulillah..
Beruntungnya kita... ada Allah yang sudi mendengar semua keluhan & rungutan.. biarpun sekadar bermain di dalam dada.

Subhanallah.
Untungnya kita ada Allah.. yang sedia mengampuni kita biarpun kita selalu benar terlalai & melupakanNya..

ya Allah...

Beruntungnya kami dikurniakan mata untuk melihat semua kebesaranMu. 

ya Allah...

Beruntungnya kami dikurniakan bibir untuk mengucapkan nama muliaMu. 

ya Allah...

Betapa beruntungnya kami dikurniakan telinga untuk mendengar kalam agungMu.. 


Tidakkah patut kami bersyukur ya Allah...?


***


Rabu lepas, ibu kepada ibu saya telah kembali ke rahmatullah. Insan yang saya panggil nenek itu sudah pun kembali ke pangkuan Allah.

Saya baru sahaja melelapkan mata tatkala mendapat panggilan telefon ibu awal pagi itu.

"Nenek dah takde nak..."

"Ha...?" saya terpisat-pisat.

"Nenek dah takde." 

Allahu... :'(

Hanya ada saya & ayah di rumah waktu itu. Waktu saya membantu ayah mengambil cadar, selimut & kain batik di bilik yang arwah nenek pernah diami sewaktu tinggal dengan kami, saya tak sedar bahawa mata ini sudah pun berkaca. Ayah yang memandang saya pun turut berair mata.

"Dah.. In pergi mandi. Siap-siap."

Waktu mandi & bersiap-siap seringkasnya, air mata sudah tidak lagi dapat ditahan. Saya teringat pelbagai perkara yang mengaitkan antara saya & arwah. Bicara kata yang pernah diluahkan kepada saya bagaikan terngiang-ngiang, berputar-putar seperti rakaman.

Siangnya, saya menyertai kumpulan yang memandikan jenazah, mengafankan & juga ikut ke kawasan perkuburan.

Allah lebih tahu apa yang saya lihat.
Allah lebih tahu apa yang saya rasa.
Allah lebih tahu apa yang saya dengar.
Allah lebih tahu apa yang terngiang-ngiang dalam hati & layar fikiran saya sepanjang proses itu.

Sekali lagi air mata tidak dapat ditahan sewaktu kali terakhir mencium wajah arwah yang tenang tersenyum. Subhanallah. Lain benar dengan wajahnya sewaktu menahan kesakitan di akhir-akhir momen saya menziarahnya petang itu.

"Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa nenek & menempatkan nenek dalam kalangan hambaNya yang Dia redhai. Terimalah nenekku ini ya Allah... setelah semua derita yang dia tanggungi dari anak-anak yang selalu melukainya." hati saya sebak waktu mengucupi dahi & pipinya yang sejuk & wangi itu.

Semoga Allah ampunkan semua dosa-dosa kami.

Inna lillahi wa inna 'ilaihi roji'un.
Sesungguhnya kami ini adalah untukMu ya Allah, & kepadaMu-lah kami akan dikembalikan.

***

Saya menulis ini sebagai pesanan & ingatan khususnya kepada diri sendiri. Sebesar mana pun kesusahan yang Allah timpakan kepada kita... janganlah sesekali kita berburuk sangka kepada Allah.

Yakinkan diri... mustahil Allah hendak menzalimi kita. Allah takkan menzalimi kita. Kitalah yang telah banyak menzalimi diri kita sendiri... 

Yakinkan diri... Allah takkan sesekali membiarkan kita terkontang kanting menempuhi musibah itu. Kitalah yang selalu menjauh daripada Allah & tidak mencuba untuk merapatiNya selama ini..

Allah Lebih Tahu apa yang terbaik buat setiap hambaNya.

Yakin... setiap ketentuan Allah buat kita, itulah yang terbaik.

Setiap kali sebelum melelapkan mata... Letakkan tangan di dada kiri... rasakan denyutan jantung itu lalu bisikkan kepada diri sendiri; 

"Allah bersamaku." 

"Allah melihatku." 

"Allah menolongku." 

Ulanglah sehingga pesanan itu tertanam di dalam hati. Mudah-mudahan 3 pesanan itu akan mengingatkan kita sewaktu hilang pertimbangan tatkala ditimpa musibah.

Saudara-saudariku...
Kehidupan ini tidak lain tidak bukan, adalah ujian.. tempat kita bersabar dengan setiap musibah. Andaikata kita melepasi musibah ini, Allah pasti menguji kita dengan ujian yang seterusnya. Begitulah kitarannya sehingga akhir nafas kita.

Mudah-mudahan, kita semua akan melepasi ujian demi ujian ini.

Dan tentunya kemenangan & kebahagiaan sebenar ialah apabila kita menjejakkan kaki ke syurga Allah, disambut oleh Allah sambil bibir kita bertasbih, bertahmid & bertakbir memuji-muji kebesaran Allah, di sisi kita ketika itu adalah orang-orang yang kita cintai & mereka juga mencintai Allah.. & lebih membahagiakan lagi... kala itu Allah juga mencintai & meredhai kita semua..

Subhanallah..
Indahnya momen itu ya Allah...

Maka, bila difikirkan hebat & indahnya balasan Allah buat hambaNya yang bersabar & bersyukur... apalah sangat sebenarnya erti semua yang kita keluh kesahkan ini... Bersabarlah sedikit lagi, untuk kemenangan & kebahagiaan yang hakiki itu..

Bersabarlah sedikit lagi.
Bersabarlah & teruskan bersyukur..

InsyaAllah, catatan hati ini saya akhiri dengan sebuah hadis Nabi yang sangat cantik untuk memujuk hati kita yang mungkin sedang berbaur menghadapi ujian.


"Luar biasa sungguh keadaan orang-orang yang beriman, semua urusannya adalah kebaikan. Tidak ada manusia yang menyamai orang yang beriman. Apabila dia beroleh kesenangan, dia bersyukur lalu memperolehi balasan pahala. Apabila dia ditimpa musibah, dia bersabar; maka dia diberikan pahala." [HR Muslim]


Subhanallah.

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang beriman & mencintai untuk melakukan ketaatan kepadaMu..

Sabar.
Sabar.
Sabar.
Sesungguhnya Allah ada di sisimu.

:)
Alhamdulillah. 

Sungguh, saya menulis ini untuk memberi semangat, teguran & nasihat buat diri sendiri terutamanya. Moga Allah meredhai saya.

Taqaballahu minni wa minkum..

Allahu a'lam.

-------------------
Notahati:
Ibu... in sedar bila ibu datang menjengah ke sisi katil, meraba kepala & memeriksa keadaan badan samada demam sudah kebah mahupun tidak. 

Ayah... In menangis ayah... sebaik saja ayah keluar pergi. Dengan air mata in simpan semua not kertas yang diberi itu.. Tebal duit yang dihulurkan, tebal lagi cinta yang ayah berikan..

Ibu... ayah.... moga bila sampai saat engkau memerlukan aku kelak... aku sungguh-sungguh berdoa mudah-mudahan Allah menjadikan aku anakmu yang paling menyenangkan hatimu & sanggup menemanimu kala sihat mahupun sakit, susah & senang, lapang & sempit, gembira mahupun sedih. 

Ibu... ayah.... in sungguh cintakan ibu & ayah kerana Allah. :') Mudah-mudahan Allah mengampuni semua dosa-dosamu & mengurniakanmu syurgaNya tanpa hisab. Amiin.



Sunday, August 25, 2013

Kerana Dia.



Hati ini bukan milikku. 
Hatimu juga begitu. 
Kita adalah milik Allah.

Selamanya milik Allah yang hakiki.





Dengan Nama Allah...


Telah lama dahulu.
Sejak sebelum engkau datang.
Dia telah terlebih dahulu datang kepadaku.
Menawarkan cinta sejati yang hakiki.

Telah lama sebelum engkau menunggu aku.
Dia telah lebih lama menanti aku,
Untuk kembali semula kepangkuan,
Menawarkan rasa yang lebih tenang & bahagia.

Meletakkan harapan & sandaran kepada dunia,
Tidak lain hanya membuka peluang untuk dikecewakan.
Kerana itu.. sandaran aku hanyalah kepadaNya.
Kerana Dia takkan sesekali mengecewakan aku..

Kerana hanya Dia saja yang setia mencintai aku..
 
Sungguh,
Aku melakukan semua ini.
Hanyalah kerana Dia.
Kerana sesungguhnya aku ini adalah untuk Allah.
Milik Dia, & akan kembali semula kepadaNya.

Aku sungguh takut,
Kiranya aku tersasar jauh dari rahmatNya.
Seperti dahulu,
Hidup tergapai mencari cahaya petunjuk,
Dahan yang ampuh untuk berpaut.

Kala itu….
Bukanlah mata aku yang buta.
Bahkan hati akulah yang gagal terlihat cahaya cinta.
Kerana telah mabuk akan wahn dunia.

Pernah ku beri hati kepada dunia..
Dunia menipu, mempersenda & mempergunakanku..
Pernah kuberi hatiku kepada manusia,
Manusia juga memperguna, mempersenda & menghancurkanku..
Dan bila aku membuka hatiku untuk Dia,
Bila aku serahkan hatiku kepada Dia..
Dia menjagaku, memeliharaku, mencintaiku & melindungiku...


Subhanallah..
Betapa pengasihnya pemilik hatiku itu..


Waktu aku tenggelam dalam lautan kejahilan,
Tercari arah tanda meneruskan kehidupan,
Dialah yang menghulurkan tali untuk berpaut.
Menyelamatkan aku..
Mengasihi aku..
Memberikan aku sebenar erti hidup..

MasyaAllah..
Sungguh.. mana hendak ku cari kekasih yang sehebat Dia..

Kala aku sedih.
Dialah yang menggembirakanku.
Kala aku sempit,
Dialah yang melapangkan aku.
Kala aku sakit,
Dialah yang menyembuhkan aku.
Kala aku sukar,
Dialah yang menyenangkan aku.
Kala aku kekurangan,
Dialah yang mencukupkan aku.

Subhanallah..
Sungguh…
Dia telah membuat aku terjatuh.
Terjatuh cinta berkali-kali.
Membuat aku tak mampu hidup tanpaNya.
Membuatkan aku selalu merindu.
Tanpa terlepas walau sedetik.

Dia tidak memerlukan aku..
Tetapi aku rapuh tanpa sedetik cintaNya..


MasyaAllah... hebatnya pemilik hatiku ini..

Tidak lama dahulu,
Suatu ujian hidup telah mencarik luka yang amat dalam bagi hati ini.
Amat dalam hingga aku menjadi takut berdepan dengan hidup.
Namun sekali lagi,
Dialah yang merawat semua kelukaan & kepedihan itu.
Lantas menyelamatkan aku dari terus tenggelam dalam perasaanku sendiri.
Sedangkan akulah yang telah menzalimi diriku sendiri..

Aku yang penakut ini.
Aku yang pengecut ini.
Mana mungkin aku mampu menelah hari esok.
Mana mungkin mampu aku menerus hidup ini.
Membuka kembali pintu hati yang pernah retak seribu.
Menyatu kembali serpihan hati yang pernah sehancur debu.
Kalau bukan kerana Dia yang menyembuhkan aku.

Dia Yang Pengasih itu..
Mengizinkan engkau hadir ke dalam hidup.
Maha suci atasNya..


Engkaukah penawar itu….?
Dengan izinNya, boleh jadi bukan.
Dengan izinNya, boleh jadi iya..

Walau masih takut.
Walau masih sangat takut.
Walau masih terlalu takut....

Takut akan diperguna.
Takut akan dipersenda.
Takut akan dipersia.

Takut akan dikecewa.

Jujur.. aku sungguh takut....

Tetapi kerana aku percaya Dia.
Maka aku cuba belajar untuk percaya.
Kerana aku yakin Dia,
Maka aku cuba belajar untuk yakin.
Kerana aku cinta Dia,
Maka aku cuba belajar untuk menerima & mencuba.

Hati aku, Dia yang pegang..
Hati engkau, juga Dia yang pegang..
Marilah bersama merapatiNya..
Mudah-mudahan dengan cara itu.. kita akan menemui bahagia yang dicari..
Marilah memperbaik hubungan hati denganNya..
Mudah-mudahan dengan cara itu.. kita akan menemui cinta yang dinanti..


Usah mendekati manusia untuk meraih cintanya.
Raihlah cinta Allah untuk memiliki cinta manusia yang mencintaiNya..
Usah berharap kepada manusia untuk meraih bahagia..
Raihlah cinta Allah untuk memiliki cinta manusia yang mencintaimu keranaNya..


Kerana telahku serahkan hidupku, matiku, solatku & ibadahku.. hanya untuk Dia..
Kerana hanya kepada Dia... Aku serah & sandarkan segalanya…

Sungguh.
Kerana aku ini adalah untuk Allah & akan dikembalikan semula kepadaNya.. moga Allah meredhaiku.


Hasbi Robbi Jalallah.
Ma fi qolbi ghoirullah.
06072013
1129

----------------

p/s: Tinggal 18 hari lagi.